Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah RI gembira pemilu Myanmar berjalan damai

Pemerintah RI gembira pemilu Myanmar berjalan damai Konferensi Pers Kementerian Luar Negeri. ©2015 Merdeka.com/Marcheilla Ariesta

Merdeka.com - Indonesia menyambut baik kelancaran proses pemilihan umum yang berlangsung di Myanmar akhir pekan lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengungkapkan, banyak laporan menyebut partisipasi masyarakat juga sangat besar terhadap pemilu bebas pertama selama 25 tahun terakhir ini.

"Kita menyambut baik telah dilaksanakannya proses demokrasi di Myanmar. Dari laporan yang kita terima, dari media juga, bahwa segi partisipasi cukup besar, cukup tinggi," ungkap pria kerap disapa Tata itu, di Jakarta, Senin (9/11).

Tata mengatakan hal ini menunjukkan semangat reformasi yang baik tidak hanya dari pemerintah Myanmar, namun juga dari masyarakat.

"Kita harapkan bahwa hasilnya nanti diterima oleh semua pihak dan bisa menjadi dasar untuk memperkuat proses reformasi dan rekonsiliasi yang saat ini masih berlangsung di Myanmar," sambung Tata.

Data penghitungan independen Kantor Berita Reuters menyatakan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) meraih 70 persen kursi parlemen dalam pemilu Myanmar yang digelar akhir pekan lalu. Namun data ini belum dikonfirmasi oleh Komisi Pemilihan Umum setempat.

Partai oposisi pimpinan Aung San Suu Kyi itu meyakini menang pemilu. Partai penguasa, Uni Solidaritas Myanmar (USDP) juga mengakui kalah dalam pemilu kali ini. "Saya terkejut dengan kekalahan ini. Hasil pemilu adalah pilihan rakyat," kata Ketua Umum USDP Htay Oo.

Hingga berita ini dilansir, KPU Myanmar mengumumkan NLD meraih 17 dari total 498 kursi di majelis rendah. Suu Kyi (71) sudah memberi pidato pada pendukungnya siang tadi waktu setempat di Kota Yangon. Dia meminta pendukung NLD tetap tenang menunggu hasil penghitungan suara.

"Belum ada hasil yang sah, tetapi rakyat pasti sudah tahu yang sebenarnya," kata Suu Kyi seperti dilansir Aljazeera.NLD yang dipimpin Suu Kyi pernah memenangkan pemilu pada 1990 dengan meraup 81 persen suara, tapi petinggi tentara menolak mengakui hasil pencoblosan. Suu Kyi menjadi tahanan rumah nyaris 15 tahun.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP