Pemerintah Malaysia selidiki warga muslim kumpul dengan kaum ateis
Merdeka.com - Pemerintah Malaysia berencana menggelar penyelidikan terhadap pernyataan yang tersebar di media sosial. Dalam pernyataan tertulis, ada sekelompok warga muslim mengadakan pertemuan diadakan oleh grup Internasional Atheist Republic di Kuala Lumpur.
Menurut kantor berita nasional Bernama, Wakil Menteri dari Departemen Perdana Menteri, Datuk Dr Asyraf Dusuki mengatakan, departemen agama akan mengambil tindakan jika ada umat Islam yang terbukti terlibat dalam kegiatan itu.
"Jika terbukti ada orang-orang muslim terlibat dalam aktivitas ateis yang dapat mempengaruhi iman mereka, departemen keagamaan Islam akan mengambil tindakan. Saya telah meminta departemen untuk menyelidiki ini, " katanya, seperti dilansir dari laman Straits Times, Senin (7/8).
Dusuki juga menjelaskan, Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia akan dilibatkan karena isu tersebut melibatkan kepercayaan umat Islam di seluruh negeri.
Atheist Republic merupakan kelompok internasional berbasis di Kanada. Kelompok ini menanggapi pernyataan pemerintah dengan mengatakan segala tindakan terhadap kaum ateis akan mempengaruhi citra Malaysia sebagai negara muslim moderat.
Isu tentang kelompok itu pertama terungkap setelah beberapa situs blog Islam mengunggah foto pertemuan kelompok tersebut di Kuala Lumpur, yang tampaknya menampilkan muslim Melayu muda, berpose dengan pendiri kelompok itu yang bernama Armin Navabi.
Aksi kelompok tersebut memicu kemarahan publik. Para pengguna mendorong agar pendiri kelompok itu ditangkap agar korban tidak semakin banyak.
Ateist Republic sendiri kini telah memiliki lebih dari sejuta pengikut dan pendukung di media sosial. Ada ratusan unggahan teratas dalam halaman media sosialnya yang berasal dari berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia dan Filipina. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya