Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Latvia larang perempuan muslim pakai niqab

Pemerintah Latvia larang perempuan muslim pakai niqab Ilustrasi wanita muslim mengenakan Niqab. ©Reuters

Merdeka.com - Pemerintah Latvia melarang para muslimah mengenakan niqab atau baju kurung. Pelarangan ini dikeluarkan oleh Kementerian Kehakiman. Negara di pesisir Laut Baltik ini beralasan hendak melindungi tradisi negaranya dari pengaruh asing, dalam hal ini ajaran Islam. Padahal kemungkinan besar cuma tiga perempuan, dari 2.000 umat Islam di Latvia, yang memakai niqab.

Liga Legzdina (27) perempuan Latvia yang memutuskan jadi mualaf mengaku rutin mengenakan niqab setiap hari. Menurut dia, pelarangan ini dianggap sedikit aneh. Pasalnya, dari sekitar 1.000 muslim tinggal di latvia, namun hanya tiga perempuan yang memakai niqab.

"Tiba-tiba saja semua orang menjadi sangat agresif dibanding sebelumnya," kata Legzdina, dikutip dari Al Arabiya, Kamis (21/4).

Dia mengatakan, beberapa orang yang tidak dikenalnya pernah menegur hanya karena memakai baju menutup seluruh tubuh, termasuk wajah.

"Mereka meminta saya untuk kembali ke tempat saya berasal," akunya.

Tak hanya untuk menjaga warisan budaya, pemerintah Latvia menyebutkan pelarangan ini untuk menjaga negaranya dari para pengungsi yang masuk ke Eropa. Salah satu negara anggota Uni Eropa ini memang bukan yang termasuk ramah pengungsi.

Pada saat pengungsi mencoba merangsek masuk melalui Yunani, sekitar pertengahan tahun lalu, pemerintah Latvia menyetujui akan menerima hingga 776 pengungsi hingga dua tahun kedepan. Meski demikian, dari data yang ada, hanya enam saja yang tiba di negara tersebut.

Laporan New York Times menyebutkan, negara ini memiliki budaya yang tidak sesuai dengan para muslim. Dari hasil debat publik, disebutkan jika Latvia menutup pintu dari pengungsi karena takut akan 'invasi' muslim di negara tersebut.

Di Uni Eropa, Latvia tidak sendirian melarang para muslim mengenakan niqab. Sejak 2011, Paris juga melakukan hal yang sama.

Meski demikian, beberapa mahasiswa di sebuah universitas di Negeri Menara Eiffel tersebut melakukan hal yang berbeda. Mereka membuat 'World Hijab Day' yang ditujukan untuk menghilangkan stigma muslim adalah agama teroris.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP