Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembunuhan muslimah di Virginia bukan anti-Islam, warga tak puas

Pembunuhan muslimah di Virginia bukan anti-Islam, warga tak puas Nabra Hassanen. ©Al Arabiya

Merdeka.com - Kasus pembunuhan seorang muslimah, Nabra Hassanen (17), di Fairfax, Virginia, selepas menunaikan salat Tarawih pada Minggu (18) malam lalu yang kabarnya mengandung unsur kebencian terhadap agama ditampik kepolisian setempat. Mereka beralasan kalau kejahatan itu murni akibat cekcok di jalan berbuntut aksi kekerasan menghilangkan nyawa korban.

Menurut juru bicara Kepolisian Fairfax County, Julie Parker, dari hasil penyelidikan mereka tidak menemukan kalau perbuatan dilakukan oleh Darwin Martinez Torres (22) karena dia membenci Islam. Dia menyatakan sumber perkara lantaran Martinez terlibat adu mulut dengan seorang pemuda yang juga rekan dari mendiang Nabra, di sekitar Masjid Komunitas Muslim All Dulles.

"Tersangka mengamuk setelah adu mulut karena salah paham di jalanan yang mendadak menjadi kekerasan berujung maut," kata Julie, seperti dilansir dari laman Al Jazeera, Selasa (20/6).

nabra hassanen

Julie menambahkan, saat Martinez mengamuk dan mengejar kelompok Nabra, dia tidak mengumbar makian memicu kebencian terhadap agama tertentu. Dia keluar dari mobil sambil menenteng tongkat bisbol dan langsung menyerang. Nabra yang keturunan Mesir itu tidak bisa menghindar dan mengalami trauma berat akibat hantaman benda tumpul pada kepalanya. Setelah Nabra ambruk, Martinez langsung mengangkut jasadnya ke dalam mobil, kemudian membuangnya ke sebuah empang di pinggiran kota.

darwin martinez torres

Ayah mendiang Nabra, Mohmoud Hassanen Aboras meyakini anaknya dibunuh karena seorang muslimah. Nabra memang selalu mengenakan jilbab.

"Anak perempuan saya meninggal dan saya tidak ingin siapapun merasakan apa yang saya rasakan, kehilangan gadis 17 tahun. Kristen, Muslim, Yahudi, keturunan Spanyol, apapun itu," kata Mohmoud.

Juru bicara keluarga, Abas Sherif, juga meyakini kalau Nabra dihabisi gara-gara dia seorang muslimah. Menurut catatan Majelis Hubungan Islam-Amerika Serikat (CAIR) aksi anti-Islam di negara itu meningkat sejak 2015 hingga 2016. Mereka juga meminta penyelidikan dilakukan menyeluruh dan mendalam soal dugaan kejahatan karena kebencian terhadap agama, supaya hal itu tidak merebak.

"Ini diikuti dengan lonjakan kejahatan menebar kebencian anti-Islam sebesar 44 persen," demikian ditulis dalam laporan itu. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP