Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembangunan inklusif jadi kunci penyelesaian masalah Rohingya

Pembangunan inklusif jadi kunci penyelesaian masalah Rohingya Menlu Retno bertemu Aung San Suu Kyi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kunjungan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Myanmar disambut baik Kanselir Negara yang juga menjabat Menlu Myanmar Daw Aung San Suu Kyi. Dalam pertemuan yang berlangsung Selasa malam waktu setempat, Menlu Retno menyampaikan keprihatinan Indonesia atas bentrokan yang terjadi di Rakhine.

"Saya kembali menyampaikan keprihatinan Indonesia kepada State Counsellor Daw Aung San Suu Kyi terhadap situasi di Rakhine State," ucap Menlu Retno usai bertemu Aung San Suu Kyi di Naypidaw, Myanmar, seperti dikutip dari pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri Indonesia, Rabu (7/12).

Keduanya membahas mengenai situasi dan perkembangan yang terjadi di Rakhine. Menlu Retno menegaskan pentingnya keamanan dan stabilitas yang harus segera dicapai untuk meneruskan pembangunan inklusif di wilayah konflik tersebut. Aung San Suu Kyi sependapat dengan pernyataan Menlu Retno tersebut.

"Masalah inklusivitas, di mana semua masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang sama, menjadi kunci dari penyelesaian situasi di Rakhine," ujar mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda tersebut.

Menlu Retno berharap agar pemerintah Myanmar tetap menjunjung tinggi penghormatan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia semua masyarakat di Myanmar, salah satunya kepada etnis minoritas Rohingya. Hal tersebut berguna untuk upaya pemulihan stabilitas di sana.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah memberikan bantuan kemanusiaan ke wilayah Rakhine, baik sebelum bentrokan hingga pasca kejadian 9 Oktober lalu. Hal ini diapresiasi Kanselir Negara Myanmar.

"Pemerintah Myanmar telah membuka pintu bagi bantuan kemanusiaan dari Indonesia, sehingga memungkinkan bantuan dari PKPU (Pos Kemanusiaan Peduli Umat) untuk sampai di Rakhine State," jelasnya.

Dalam hal bantuan, Indonesia sudah memberikan bantuan pembangunan dua sekolah di wilayah Rakhine. Pembangunan tersebut sudah selesai. Selain itu, Indonesia juga sudah membantu pembangunan enam sekolah di sana.

Dalam pertemuan ini, tak lupa Menlu Retno menyampaikan kesiapan Indonesia untuk terus melanjutkan kerja sama dalam pembangunan untuk pendidikan dan kesehatan di Rakhine State. Dia juga menyampaikan rencana Indonesia dalam membantu pembangunan rumah fasilitas kesehatan.

Dari hasil pertemuan ini, sebagai upaya meningkatkan toleransi dan harmoni masyarakat, Indonesia-Myanmar sepakat meningkatkan kerja sama interfaith dialogue.

(mdk/che)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP