Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembajak EgyptAir awalnya minta pesawat didaratkan di Turki

Pembajak EgyptAir awalnya minta pesawat didaratkan di Turki Egypt Air dibajak. ©REUTERS/Yiannis Kourtoglou

Merdeka.com - Pembajak pesawat maskapai Egyptair diketahui memiliki motif tertentu. Pembajak yang disebut media Mesir bernama Ibrahim Samaha itu sebelumnya meminta pesawat didaratkan di Istanbul, Turki. Namun permintaan itu ditolak pilot dengan alasan bahan bakar yang tidak mencukupi.

Stasiun Televisi Al Jazeera juga melaporkan, pembajak meminta suaka politik dan seorang penerjemah. Menurut pernyataan Kementerian Penerbangan Sipil Mesir, pilot Umar al-Gammal memberitahu otoritas penerbangan bahwa dia diancam oleh seorang penumpang yang memakai sabuk bom bunuh diri.

Diketahui dari pantauan di bandara, terlihat para penumpang, termasuk wanita dan anak-anak telah dibebaskan dan turun dari pesawat. Namun, empat warga negara asing dan awak kabin masih ditahan.

Sebelumnya pihak berwenang di Siprus bernegosiasi dengan pembajak pesawat yang itu.

"Hasil negosiasi dengan pembajak pesawat menyatakan semua penumpang telah dibebaskan, kecuali lima awak pesawat dan lima orang asing," kata pernyataan dari EgyptAir, seperti dikutip the Jerusalem Post, Selasa (29/3).

Maskapai EgyptAir dengan nomor penerbangan 181 dibajak dalam perjalanan dari Kota Aleksandria menuju Kairo, Mesir, hari ini. Pesawat berpenumpang 82 orang dipaksa mengubah rute dan mendarat di Siprus. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP