Pemarah, Hillary pernah tonjok mata Bill Clinton hingga lebam
Merdeka.com - Sebuah buku berjudul 'Crisis of Character' yang ditulis mantan agen Secret Service, menguak kepribadian Hillary Clinton. Dalam buku tersebut, Gary Byrne sang penulis, mengungkapkan Hillary adalah orang yang pemarah.
Gary Bryne merupakan seorang penjaga pintu Ruang Oval ketika Bill Clinton masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Dalam bukunya, Byrne menyebutkan Hillary merupakan seorang yang tempramental dan tidak memiliki integritas untuk menjadi presiden.
"Vulkanik, impulsif dan gampang didekati oleh penjilat," demikian mantan agen Secret Service itu mendeskripsikan Hillary.
Dilaporkan Telegraph, Senin (6/6), dia juga membongkar skandal perselingkuhan Bill Clinton. Diceritakan, pada suatu waktu di tahun 1995, dia mendengar suara menggelegar bakal calon presiden dari Partai Republik itu.
Bryne menyebut, pasangan Clinton ini sebagai yang pertama adu argumen kala tinggal di Gedung Putih. Tak berapa lama, sebuah vas kaca hancur.
"Keesokkan harinya, sang presiden mendapat luka lebam di matanya," tulis Bryne.
Meski demikian, sekretaris pers Bill Clinton yang ditanya Bryne mengaku, warna hitam di mata sang presiden akibat alergi kopi.
Dalam tulisannya juga, sang mantan agen mengaku Hillary suka menghina orang-orang kecil.
Buku yang ditulis Bryne akan segera dirilis 28 Juni mendatang. Meski buku ini terkesan menjelek-jelekkan mantan bosnya, namun pria tersebut mengaku tidak dipengaruhi oleh 'agenda politik'.
"Apa yang saya lihat pada zaman pemerintahan Bill Clinton, sangat memuakkan. Dia (Hillary) sangat ambisius. Jika keinginannya tidak tercapai, siapapun yang menghalangi akan dihancurkan," serunya.
Hingga saat ini, mantan Ibu Negara Amerika Serikat tersebut masih belum mengomentari buku tersebut. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya