Pelayan muslim dipukul karena sajikan miras saat Ramadan di Paris
Merdeka.com - Seorang pelayan muslim dihajar dua pria tak dikenal karena menyajikan alkohol saat Ramadan. Menurut pelayan perempuan ini, dua orang tersebut menghina dirinya dan memukulnya karena mempermalukan Islam.
Akibat insiden itu, perempuan yang juga seorang muslim ini melaporkannya ke polisi.
Dia bercerita, kala itu hari pertamanya bekerja di bulan Ramadan. Dia bekerja di sebuah bar di Nice, Prancis.
"Saya sendirian di dalam bar kala dua pria menyerang," ujar dia, seperti dikutip dari The Independent, Jumat (9/6).
Dia mengatakan mereka menunjuk-nunjuk botol alkohol yang ada di belakangnya sambil berbicara bahasa Arab, mereka mengatakan, "kamu sungguh memalukan karena menyajikan alkohol saat Ramadan. Jika saya Tuhan, saya akan gantung kamu."
"Kalian bukan Tuhan yang berhak menghakimi saya," balas si pelayan tersebut sambil berdiri di depan dua pria itu.
Dia mengatakan, dua pria tak dikenal itu memanggilnya pelacur dan jalang sebelum meninggalkan bar tersebut. Tak lama setelah mereka pergi, salah seorang pria kembali dan memukulnya hingga terjatuh ke lantai.
"Saya sangat takut," ucapnya.
Perempuan yang dirahasiakan namanya ini mengaku heran mengapa dia dihina dan dipukul. Dia berharap perempuan lainnya tidak menjadi korban kekerasan seperti dirinya.
"Ini bukan karena saya menyajikan alkohol saya tidak memenuhi kewajiban saya. Saya lakukan itu karena saya pelayan. Di Tunisia, saya berlatih sesuai dengan profesi dan saya tidak punya masalah," katanya menjelaskan.
"Saya tidak berpikir di Perancis yang merupakan negara bebas, saya diserang seperti ini. Saya takut mereka akan kembali, tapi saya tidak ingin ini mempengaruhi pekerjaan saya," katanya.
Kejadian tersebut terekam dalam kamera tersembunyi yang ada di bar itu. Menurut koran lokal, dua pria yang memukul muslimah ini sudah diidentifikasi, namun belum ditahan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya