Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku teror Bangladesh anak orang kaya dan berpendidikan tinggi

Pelaku teror Bangladesh anak orang kaya dan berpendidikan tinggi Operasi pembebasan sandera ISIS di Dhaka. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Pada Sabtu (2/7) akhir pekan lalu, penyanderaan pengunjung kafe di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh, berakhir. Enam pelaku ditembak mati pasukan khusus, sedangkan satu teroris ditangkap hidup-hidup. Tindakan para pelaku menewaskan 22 orang, 18 di antaranya turis asing.

Asaduzzaman Khan, Menteri Dalam Negeri Bangladesh menyatakan para pelaku bukanlah orang dengan latar Islam radikal. Mereka semua warga negara Bangladesh yang justru berasal dari latar kelas menengah.

"Para pelaku adalah anak orang kaya, punya riwayat pendidikan bagus," kata Khan seperti dilansir Aljazeera, Senin (4/7).

Kepolisian Bangladesh merilis nama-nama tersangka serangan kafe Holey Artisan Bakery pekan lalu. Nama-nama teroris yang tewas adalah Akash, Badhon, Don, dan Rohan. Sedangkan tersangka yang ditangkap hiup-hiup bernama Nibras Islam. Nibras diketahui pernah sekolah di Monash University Malaysia. Hampir semua tersangka adalah lulusan S1 di kampus dalam maupun luar negeri.

Polisi sudah menghubungi keluarga para teroris. Ternyata mereka menghilang selama beberapa bulan terakhir. Diduga mereka bergabung dengan Jumatul Mujahidin Bangladesh (JMB), salah satu jaringan teror di negara mayoritas muslim tersebut.

Khan mengaku belum mengetahui apakah klaim ISIS soal serangan di Dhaka benar. Adapun Inspektur Jenderal Polisi Shahidul Hoque mengaku masih mendalami apakah organisasi JMB berkaitan dengan aktivitas ISIS di Asia Selatan.

Hari ini, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengunjungi keluarga korban tewas. Dia mengaku berduka cita, seraya mengajak semua elemen rakyat Bangladesh bersatu melawan terorisme.

Korban tewas akibat serangan ini paling banyak berasal dari Italia (9 orang) dan Jepang (7 orang). Operasi pembebasan oleh militer Bangladesh berhasil menyelamatkan 13 sandera lainnya.

Para teroris diketahui memilih sandera untuk dieksekusi berdasarkan kemampuan mereka membaca ayat Al Quran dalam bahasa Arab. Alhasil beberapa sandera warga negara Bangladesh di kafe itu yang bisa membaca Quran diampuni nyawanya. Polisi mengatakan nyaris seluruh 20 sandera yang tewas digorok oleh para pelaku.

Kafe yang disantroni ISIS itu berada di Distrik Gulshan, kawasan elit Ibu Kota Dhaka yang dihuni staf Kedutaan asing, ekspatriat, serta pejabat pemerintahan Bangladesh. Kafe Artisan pada malam hari menyajikan masakan Spanyol, sehingga ramai wisatawan asing.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP