Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pelaku pembunuhan sadis berantai abad ke-18 berdarah Yahudi

Pelaku pembunuhan sadis berantai abad ke-18 berdarah Yahudi Jack The Ripper. istimewa ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Jack si pencabik, merupakan pelaku pembunuhan berantai di Inggris abad ke-18 yang hingga kini identitasnya masih samar. Hingga kini kasus itu masih misterius namun penyelidikan paling baru menyebutkan, Jack seorang Yahudi.

Surat kabar the Jerusalem Post melaporkan, Rabu (10/9), pemecahan kasus ini mengutip laporan seorang detektif berusaha menangani kasus ini 126 tahun lalu melalui bantuan bukti DNA. Secara mengejutkan 99 persen hasil tes menunjuk pada pemuda bernama Aaron Kosminski sebagai pelaku pembunuhan berantai itu.

Aaron Kominski seorang Yahudi Polandia yang melarikan diri ke Ibu Kota London dari pembantaian oleh Rusia. Sebenarnya telah lama dia menjadi tersangka pembunuhan mengerikan ini namun belum ada bukti teramat kuat menjerat dirinya.

Salah satu bukti kuat untuk tes DNA yakni selendang yang ditemukan di tubuh korban bernama Catherine Eddowes. Selendang itu mengandung darah korban dan air mani yang belakangan diketahui itu milik Kosminski lewat serangkaian tes dari keturunan keduanya.

Adalah Russell Edwards, seorang pengusaha Inggris membeli selendang di pelelangan dan meminta bantuan ahli forensik Dr Jari Louhelainen dan Louhelainen pun menemukan bukti mirip dengan DNA kedua, korban dan pelaku.

"Kosminski menjadi salah satu dari tiga tersangka paling kuat. Dia menderita sakit mental serius, sering berhalusinasi, dan pembenci perempuan. Dia juga punya kelakuan seks menyimpang yakni selalu masturbasi hingga pingsan. Namun saat itu polisi tak cukup bukti menghukumnya. Dia hanya dikirim ke rumah sakit jiwa dan menghabiskan waktunya di sana seumur hidup," ujar Edwards. (mdk/din)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP