Pelaku ledakan di Manhattan mengaku simpatisan ISIS, belajar bom dari internet
Merdeka.com - Akayed Ullah (27) diamankan kepolisian Kota New York terkait ledakan di jalur kereta bawah tanah kawasan Manhattan, Senin (11/12) pagi waktu setempat. Kepolisian setempat menyatakan aksi Ullah dipicu serangan udara Amerika Serikat terhadap kelompok Negara Islam Irak dan Suriah.
Pelaku mengaku telah diradikalisasi secara online. Bahkan dalam kurun lima tahun terakhir, Ullah mengatakan, beberapa kali melakukan perjalanan ke luar negeri terkait kegiatan yang diikutinya.
Pria asal Bangladesh ini mengaku belajar merakit bom lewat internet kemudian dirakit dirakit di kediamannya kawasan Brooklyn. Bahan bom itu dibelinya di tempatnya bekerja sebagai tukang listrik di kawasan Eighth Avenue di Manhattan.
Aksi Ullah itu gagal setelah diduga bom pipa yang dililitkan pada tubuhnya meledak sebelum waktunya. Akibat ledakan ini Ullah harus menjalani perawatan di Bellevue Hospital Center.

Kendati begitu, aksi Ullah disangsikan orang yang mengenalnya. Terlebih selama ini dia dikenal sebagai orang taat beribadah. Ullah yang saat ini bekerja sebagai sopir taksi kerap mengisi waktu dengan berdoa di sebuah masjid kawasan Kensington. Kawasan ini dikenal sebagai tempat imigran Bangladesh tinggal.
"Dia orang yang baik. Aku tidak percaya dia akan melakukan hal seperti ini," kata Mohammad Yousuf, seorang sopir taksi yang salat bersama Ullah di masjid, seperti dikutip dari New York Times.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya