Pelaku bom Paris ngaku bingung mau meledakkan diri saat teror
Merdeka.com - Masih jelas dalam ingatan ketika dunia berduka saat bom di Paris meledak November tahun lalu. Bom tersebut menewaskan sedikitnya 130 jiwa dan ratusan lainnya luka-luka.
Pelaku bom yang tidak meledakkan diri juga sudah ditangkap baru-baru ini di Belgia. Dia adalah Salah Abdeslam yang merupakan saudara dari Mohamed Abdeslam yang ditangkap usai insiden di Paris terjadi.
Kepada stasiun televisi Prancis, BFMTV, Salah mengaku dirinya bingung mau meledakkan diri atau tidak.
"Jika saya mau, bisa banyak korban berjatuhan. Untungnya saya tidak jadi meledakkan diri," kata Salah, seperti dilansir the Independent, Sabtu (2/4).
Pria 26 tahun itu kini sedang menunggu diekstradisi ke Paris sebagai tahanan teroris dan juga dituduh bersalah karena ikut berpartisipasi dalam aktivitas kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Pada 13 November tahun lalu, dunia diguncang karena aksi teror di berbagai tempat di Paris dalam waktu berdekatan. Salah mengaku ketika saudaranya Brahim meledakkan diri di Boulevard Voltaire, dia tengah mengantarkan temannya, sekelompok penembak ke State de France, dan memilih kabur dibanding meledakkan diri.
Dia melarikan diri ke Brussels dan setelah menjadi buron polisi Eropa selama lebih dari empat bulan, pria ini akhirnya ditangkap di Molenbeek, beberapa hari sebelum serangan bom di Belgia.
Kemarin, Salah mengakhiri mogok bicara di hadapan penyelidik Kepolisian Belgia. Dia akhirnya bersedia menjabarkan informasi penting mengenai persiapan Teror Paris itu.
Baca juga:
Terduga pelaku teror bom dan penembakan brutal di Paris ditangkap
Akhirnya mau bocorkan rencana ISIS, dalang Teror Paris diekstradisi
Empat fakta ledakan bom Belgia terkait jaringan Teror Paris
ISIS merancang serangan bom di Belgia sejak dua bulan lalu
Empat orang berhasil selamat berkali-kali dari serangan teror
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya