Pejabat Saudi dan Kuwait bantah punya hubungan dengan Israel
Merdeka.com - Para pejabat di Arag Saudi dan Kuwait membantah klaim Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Liberman yang mengatakan Israel sedang menjalin hubungan dengan sejumlah pemerintah di negara Teluk.
Liberman mengatakan itu dalam wawancara dengan koran Israel Yedioth Ahronoth yang diterbitkan dua hari lalu.
Surat kabar the Times of Israel melaporkan, Rabu (16/4), dalam wawancara itu Liberman menyatakan Kuwait dan Arab Saudi merupakan dua dari sejumlah negara Arab yang menjalin hubungan rahasia dengan Israel meski tidak punya hubungan diplomatik.
Namun kedua pejabat pemerintah Saudi dan Kuwait membantah klaim Liberman itu.
"Klaim itu tidak berdasar. Tak ada pertemuan, hubungan resmi atau tidak resmi, baik terang-terangan maupun rahasia," kata diplomat Kuwait kepada kantor berita Kuwait News Agency.
Sumber di kantor Kementerian Luar Negeri mengatakan Kuwait akan menjadi negara terakhir yang akan punya hubungan normal dengan Israel.
Seorang juru bicara pemerintah di Ibu Kota Riyadh, Saudi, mengatakan kepada koran Haaretz, tidak ada hubungan atau pembicaraan dengan Israel dalam tingkatan apa pun.
Liberman sebelumnya menyatakan Jerusalem berhubungan dengan sejumlah negara Islam moderat untuk menggalang persatuan dalam menghadapi ancaman Iran.
"Memang ada kontak dan perundingan. Dalam waktu setahun atau 18 bulan lagi semuanya akan menjadi bukan rahasia dan akan dibuka ke publik," kata dia.
Riyadh selama ini membantah laporan menyebutkan Saudi bekerja sama dengan Israel buat melawan Iran, termasuk laporan dari Sunday Times pada November tahun lalu yang menyebutkan Saudi siap mendukung Israel buat menyerang Iran secara militer. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya