Pejabat Hamas terpecah soal perdamaian Turki-Israel
Merdeka.com - Pejabat senior Hamas hari ini menepis laporan wartawan Turki Hamze Tekin di media sosial Twitter yang menyatakan Hamas memuji perdamaian antara Turki dan Israel setelah bermusuhan sejak tragedi Kapal Mavi Marmara enam tahun lalu.
Kepala Biro Hubungan Luar Negeri Hamas Usamah Hamdan mengatakan partai penguasa Gaza itu tidak terlibat dalam kesepakatan damai antara Turki dan Israel.
Senada dengan Hamdan, perwakilan Hamas di Iran, Khalid Qaddumi, menyatakan perbaikan hubungan antara kedua negara itu buruk bagi Hamas.
"Normalisasi adalah sesuatu yang buruk dan Anda jangan melegitimasi dengan membawa nama Hamas tanpa mengutip sumber resmi dari Hamas," kata dia menanggapi laporan Tekin.
Laporan Tekin itu menyebut Hamas menyetujui kesepakatan damai setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan poin-poin kesepakatan dengan Israel itu kepada Kepala Biro Politik Hamas Khalid Misyaal.
Dalam pernyataan pers yang dirilis kemarin Hamas memuji langkah Erdogan berdamai dengan Israel untuk kebaikan Gaza.
Hamas berharap kesepakatan Turki-Israel menjadi awal dari berakhirnya blokade darat-laut-udara di Gaza.
Lewat reaksi awal terhadap kesepakatan tersebut, Hamas mengungkapkan rasa syukur kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan juga rakyatnya.
"Pemerintah resmi Turki berusaha menolong rakyat kami di Gaza dan meringankan blokade yang diberlakukan oleh Israel," dikutip dari keterangan tertulis Hamas, seperti dikutip laman Middle East Eye, Selasa (28/6).
"Hamas berharap Turki akan terus mendukung rakyat Palestina, berupaya untuk mengakhiri blokade dan menekan penjajah Zionis," imbuh pernyataan Hamas.
Ada tiga syarat yang diajukan Turki untuk kembali berbaikan dengan Israel. Pertama pemerintah Israel wajib meminta maaf atas serangan terhadap kapal Mavi Marmara. Syarat kedua, keluarga aktivis yang tewas wajib memperoleh kompensasi. Dua syarat ini dipenuhi oleh Negeri Bintang Daud.
Insiden kapal Mavi Marmara terjadi pada 2010. Kapal bantuan internasional itu berangkat dari Turki kemudian diserang oleh militer Israel saat menuju Jalur Gaza. Akibatnya 10 aktivis tewas ditembak, sedangkan belasan lainnya luka-luka. Imbas dari Mavi Marmara, Turki memutus hubungan dengan Israel. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya