Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pejabat China rekayasa foto supaya terlihat dekat rakyat

Pejabat China rekayasa foto supaya terlihat dekat rakyat Gambar rekayasa foto pejabat China . dailymail.co.uk

Merdeka.com - Foto empat pejabat China sedang mengunjungi wanita lanjut usia yang beredar baru-baru ini di Internet mungkin bisa menjadi salah satu hasil rekayasa foto terburuk pernah ada.

Foto itu dimaksudkan untuk menyampaikan kesan bahwa pemerintah Negeri Tirai Bambu itu dekat dengan rakyatnya. Namun, setelah proses pengeditan yang ceroboh, foto itu justru memiliki efek sebaliknya. Ini mengakibatkan kemarahan di kalangan pengguna Internet di China, seperti dilansir situs digitalone.com.sg, Senin (4/11).

Foto itu memperlihatkan empat pejabat China tidak disebutkan identitasnya bertemu dengan Cheng Yanchun, 103 tahun, di rumahnya di Kota Ningguo, Provinsi Anhui. Gambar itu kemudian diunggah di situs milik pemerintah dengan keterangan gambar, 'Cinta dan perhatian bagi para orang tua merupakan bagian dari tradisi China. Mereka harus merasakan kehangatan partai dan pemerintah'.

Namun, keempat pejabat itu justru terlihat lebih besar dari badan Yanchun. Foto ini seperti hasil editan penggabungan dua foto berbeda, di mana badan Yanchun akhirnya terlihat hampir seukuran boneka.

Salah satu pejabat bahkan terlihat terpotong di bagian pahanya. Ini menyebabkan dia seakan melayang di udara.

Pengguna situs jejaring sosial di China, Weibo, tidak terkesan dengan foto yang diambil pada awal pekan lalu itu.

"Staf bodoh propaganda itu mungkin akan dipecat bersama dengan para pejabat ini," kata pengguna Weibo.

Bahkan kantor berita milik pemerintah China, Xinhua, mengecam insiden itu. "Para pejabat ini tampaknya seperti melayang di udara. Selain itu, proporsi badan wanita itu tidak cocok dengan para pejabat, menunjukkan bahwa foto ini mungkin telah dipalsukan," ujar Xinhua.

Namun, para pejabat tadi mengatakan kepada media bahwa mereka telah mengunjungi Yanchun saat festival China.

Tetapi seorang pegawai pemerintah telah menggabungkan dua foto sebab tata letak posisi ruangan membuat sang fotografer tidak dapat mengambil sekaligus gambar wanita itu dan keempat pejabat dalam lokasi yang sama.

"Ketika karyawan dari departemen urusan sipil mengunggah foto itu, dia ternyata menggabungkan dua foto," kata seorang juru bicara pemerintah tidak disebutkan namanya. "Kita menyatakan penyesalan yang mendalam kepada para pengguna Internet atas pengaruh negatif ini. Kita akan belajar dari pengalaman ini." (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP