PBB: Suriah jadi ladang penyiksaan dan kekerasan
Merdeka.com - Badan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB menemukan fakta mengejutkan, di mana sejumlah penjara-penjara di Suriah berubah menjadi ladang penyiksaan dan kekerasan. Atas alasan itu, mereka menyerukan agar puluhan ribu tahanan dan mendesak para penjaganya dituntut di pengadilan.
"Hari ini kami menemukan seluruh negara itu berubah menjadi kamar bilik-penyiksaan; sebuah tempat yang biadab dan tidak ada keadilan mutlak," ujar Komisioner Tertinggi HAM PBB Zeid Ra'ad al-Hussein di depan Dewan HAM PBB, seperti dilansir The Telegraph, Selasa (14/3).
Penyiksaan tak hanya dilakukan oleh tentara Assad saja, tapi juga sejumlah pihak yang terlibat dalam konflik di negara itu. Demi tercapainya kedamaian, Zeid mendesak untuk dilakukan rekonsiliasi dengan melepaskan puluhan ribu orang yang dikekang kebebasannya.
"Memastikan akuntabilitas, menegakkan kebenaran dan menyediakan reparasi harus didapatkan rakyat Suriah yang untuk meraih rekonsiliasi dan perdamaian. Ini tidak bisa ditawar," katanya di forum Jenewa pada sesi soal konflik Suriah.
Dia mengimbau kepada pihak yang bertikai untuk menghentikan penyiksaan dan eksekusi dan membebaskan tahanan atau setidaknya memberikan informasi dasar berupa, "nama dan daerah para tahanan dan tempat penguburan orang-orang yang telah meninggal".
Sayangnya, upaya untuk menghentikan sejumlah kasus kekerasan di tanah Suriah terhambat oleh banyaknya intervensi asing, di mana Rusia dan China berkali-kali memveto resolusi Dewan Keamanan PBB sejak perang saudara mulai berlangsung.
Dia menambahkan, konflik yang berlangsung selama enam tahun ini, dimulai ketika pejabat keamanan menangkap dan menyiksa sejumlah anak yang mencoret-coret tembok sekolahnya dengan kalimat anti-pemerintah tembok di Deraa.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya