Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PBB sebut lima anak di Yaman tewas setiap harinya akibat perang

PBB sebut lima anak di Yaman tewas setiap harinya akibat perang Anak dan perempuan Yaman dukung Houthi. ©REUTERS/Khaled Abdullah

Merdeka.com - Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak-anak UNICEF menyatakan bahwa lebih dari 5.000 anak terbunuh dan terluka di Yaman sejak koalisi Arab yang dipimpin Saudi melakukan intervensi pada Maret 2015.

"Lebih dari 5.000 anak terbunuh atau terluka di Yaman. Artinya, sebanyak lima anak tewas atau terluka akibat perang setiap harinya sejak Maret 2015 lalu," kata perwakilan UNICEF di Yaman, Meritxell Relano, seperti dikutip dari laman Al Araby, Rabu (17/1).

Relano juga mengungkapkan perang telah menyebabkan 40.000 anak lainnya mengalami kekurangan gizi dan harus berjuang untuk hidup. Selain itu, lebih dari tiga juta anak yang terlahir selama perang, harus mengalami kekerasan, mengungsi, kemiskinan, hingga kurangnya akses terhadap layanan dasar.

"Malnutrisi dan penyakit merajalela karena kurang tersedianya layanan kesehatan. Mereka yang bisa bertahan sampai sekarang rata-rata menderita luka fisik dan psikologis selama sisa hidup," paparnya.

Sementara itu, dalam laporan UNICEF yang diresmikan di Sanaa menunjukkan bahwa dua juta anak-anak Yaman tidak bisa bisa mengenyam pendidikan karena situasi di negara mereka. Jumlah itu adalah seperempat dari populasi anak di Yaman.

"Seluruh generasi anak-anak di Yaman tumbuh tanpa mengetahui apapun kecuali kekerasan. Mereka menderita akibat perang mematikan yang bukan diperbuat oleh mereka," bebernya Relano.

Saat ini, 11 juta anak di Yaman, atau hampir keseluruhan membutuhkan dana kemanusiaan. Oleh sebab itu, UNICEF menyerukan agar pertumpahan darah di negara tersebut diakhiri dan anak-anak dilindungi. Akses berkelanjutan dan tanpa syarat pun perlu diberikan kepada setiap anak yang membutuhkan.

Perang antara Arab Saudi dan sekutunya dengan pemberontak Houthi di Yaman telah menewaskan 9.245 orang. Jumlah korban tewas akibat peperangan ini bahkan membuat PBB menyebutnya sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP