Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pawai gay berdarah di Yerusalem, dua luka serius

Pawai gay berdarah di Yerusalem, dua luka serius Ilustrasi Gay. ©shutterstock.com/Viorel Sima

Merdeka.com - Insiden berdarah terjadi di pawai gay di Yerusalem, Israel. Seorang Yahudi Ortodoks dilaporkan menusuk enam peserta, dua di antaranya luka serius, dalam ajang tahunan tersebut.

"Saya melihat pemuda ultra ortodoks menusuk setiap peserta," kata saksi mata Shai Aviyor, kepada TV Berita Israel Channel 2, seperti di beritakan Mirror, Kamis (30/7).

Shai mendengar banyak peserta berteriak dan berlari mencari perlindungan.

"Dan di sana banyak peserta roboh bersimbah darah."

Seorang paramedis dari Magen David Adom (semacam palang merah Israel) menyebut sedikitnya enam orang terluka. Dua di antaranya mengalami luka serius.

Oded Fried, pemimpin kaum gay Israel, berkeras pawai akan terus dijalankan meski mendapat serangan.

"Perjuangan kami untuk menuntut kesetaraan hanya akan menguat lewat acara seperti ini."

Pawai gay melibatkan ribuan peserta itu memang sudah lama menjadi sumber konflik antara kaum sekuler mayoritas dan minoritas Yahudi ultra ortodoks. Ini lantaran kaum disebut terakhir itu menentang perayaan terang-terangan homoseksualitas.

Yahudi Ortodoks merupakan cabang dari agama Yudaisme yang amat radikal. Penganutnya sampai disuruh menaati hukum Taurat (hukum orang Yahudi) yang berjumlah amat banyak.

Salah satu peraturan Yahudi Ortodoks adalah tidak boleh melakukan transaksi uang pada hari Sabat (Sabtu).

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP