Paus: Saya akan lakukan segala cara buat perdamaian di Ukraina
Merdeka.com - Paus Fransiskus hari ini mengatakan kepada Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk dirinya akan melakukan segala kemungkinan untuk terciptanya perdamaian di negara itu, di tengah kekhawatiran bahwa Rusia bisa menyerang.
Yatsenyuk tidak akan melakukan perjalanan ke Roma dan bakal melewatkan upacara pemberian gelar santo bagi Yohanes Paulus II dan Yohanes XXIII, di saat ketegangan memuncak di bagian timur negara bekas Uni Soviet itu dan ancaman sanksi dari negara Barat, seperti dilansir situs Asia One, Sabtu (26/4).
Yatsenyuk menghabiskan waktu selama 18 menit di balik pintu tertutup saat melakukan pertemuan dengan Paus Fransiskus, yang telah mendesak masyarakat internasional untuk mencegah kekerasan di Ukraina dalam pesannya saat peringatan Hari Paskah pada Ahad pekan lalu.
Saat pertukaran hadiah, Yatsenyuk memberikan Paus Fransiskus sebuah foto Alun-Alun Maidan di Ibu Kota Kiev pada malam Tahun Baru.
"Ini adalah tempat di mana warga Ukraina berjuang untuk kebebasan dan hak-hak mereka. Jutaan orang," kata Yatsenyuk.
Sebagai gantinya Paus asal Argentina itu memberikan pemimpin Ukraina sebuah pena, dan mengatakan, 'Saya berharap pena ini akan menandatangani perdamaian', yang langsung dijawab oleh Yatsenyuk, 'Saya berharap demikian'.
Saat kedua pemimpin itu berpisah, Paus Fransiskus meletakkan tangannya di dadanya dan berkata, 'Saya akan melakukan segala kemungkinan untuk perdamaian'.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya