Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Paus Fransiskus: Kekerasan terhadap Perempuan Sama dengan Menghina Tuhan

Paus Fransiskus: Kekerasan terhadap Perempuan Sama dengan Menghina Tuhan Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan pada 31 Desember 2021. ©Reuters

Merdeka.com - Paus Fransiskus memanfaatkan pidato pesan Tahun Barunya pada Sabtu untuk menyampaikan seruan keras untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan. Paus mengatakan kekerasan terhadap perempuan sama dengan penghinaan terhadap Tuhan.

Paus yang berusia 85 tahun itu memimpin Misa di Basilika Santo Petrus, pada saat Gereja Katolik Roma memperingati hari raya Santa Maria Bunda Allah serta Hari Perdamaian Sedunia tahunan.

Kondisi Paus Fransiskus tampak sehat pada Sabtu setelah insiden yang tidak dapat dijelaskan pada Malam Tahun Baru di mana dia menghadiri kebaktian tetapi pada menit terakhir tidak memimpin seperti yang diharapkan.

Pada awal Misa pada Sabtu, Paus berjalan di sepanjang lorong tengah basilika, berbeda dengan Jumat malam, ketika dia muncul dari pintu samping dekat altar dan menyaksikan dari pinggir.

Fransiskus menderita penyakit linu panggul yang menyebabkan rasa sakit di kaki, dan ketika kambuh membuatnya tidak bisa berdiri untuk waktu yang lama.

Fransiskus merangkai homili Tahun Barunya seputar tema keibuan dan perempuan, mengatakan bahwa merekalah yang menyatukan benang kehidupan. Paus juga menyerukan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan.

“Dan karena ibu memberikan kehidupan, dan perempuan menjaga dunia (bersama), mari kita semua melakukan upaya yang lebih besar untuk memajukan ibu dan melindungi perempuan,” kata Paus Fransiskus, dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (1/1).

“Betapa banyak kekerasan yang ditujukan terhadap perempuan! Cukup! Menyakiti seorang perempuan berarti menghina Tuhan, yang dari seorang perempuan mengambil kemanusiaan kita.”

Kecam KDRT

Bulan lalu dalam sebuah acara televisi Italia, Paus Fransiskus menyampaikan kepada seorang perempuan korban KDRT, pria yang melakukan kekerasan terhadap perempuan terlibat dalam perbuatan setan.

Sejak pandemi Covid-19, Paus telah beberapa kali berbicara menentang KDRT, yang meningkat di banyak negara sejak diberlakukan lockdown yang membuat banyak perempuan terjebak dengan pelaku di dalam rumah.

Partisipasi publik dalam Misa lebih rendah daripada beberapa tahun terakhir karena pembatasan Covid. Italia, yang mengelilingi Kota Vatikan, melaporkan rekor 144.243 kasus terkait virus corona pada Jumat dan baru-baru ini memberlakukan langkah-langkah baru seperti kewajiban memakai masker di luar ruangan.

Dalam teks Pesannya untuk Hari Perdamaian Dunia, yang dikeluarkan bulan lalu, Paus mengatakan negara-negara harus mengalihkan anggaran senjata untuk pendidikan, dan mengecam meningkatnya anggaran militer dengan mengorbankan layanan sosial.

Pesan perdamaian tahunan ini dikirim ke berbagai kepala negara dan organisasi internasional, dan paus memberikan salinan yang ditandatangani kepada para pemimpin yang melakukan kunjungan resmi kepadanya di Vatikan tahun ini.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP