Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Paus antikapitalis pembela kaum miskin

Paus antikapitalis pembela kaum miskin Paus Fransiskus. ©theguardian

Merdeka.com - Peristiwa pengunduran diri Paus Benediktus pada Maret tahun lalu menjadi berita keagamaan terbesar di 2013. Namun bagi Gereja Katolik kejutan tidak berakhir pada peristiwa itu. Paus Fransiskus sebagai paus baru terpilih kemudian menyedot perhatian dunia dengan segala kebersahajaannya.

Meski menduduki jabatan sama sebagai pemimpin 1,2 miliar umat Katolik sedunia, kedua paus itu berbeda dalam hal kepemimpinan jika dilihat dari seratus pidato pertama mereka.

Seorang wartawan bernama Chris Walker mengadakan penelitian dengan membandingkan seratus pidato pertama Paus Benediktus dan Paus Fransiskus. Walker bermaksud mengetahui apa yang menjadi prioritas atau penekanan dalam gaya kepemimpinan kedua Paus itu, seperti dilansir situs Huffington Post pekan lalu.

Walker menganalisa jumlah kata yang banyak disebut dalam 104 pidato Paus Fransiskus sejak Maret hingga November 2013. Dia juga mengamati 102 pidato pertama Paus Benediktus antara April hingga November 2005. Hasilnya cukup menarik.

Paus Fransiskus jelas banyak menyinggung soal kemiskinan, kaum papa, lebih banyak ketimbang Paus Benediktus. Dia juga lebih banyak menyebut kata salib, keberanian, dan daging Yesus ketimbang Benediktus. Ini tentu mengacu pada pengorbanan dan contoh dari ajaran Yesus. Lebih penting lagi Fransiskus lebih banyak menyoroti kaum perempuan ketimbang pendahulunya.

Sedangkan Paus Benediktus lebih banyak menyebut soal yang berkaitan dengan institusi Gereja Katolik seperti: kerasulan, pendeta, paroki, keuskupan, dan gerejawi.

Hasil pengamatan itu jelas: Paus Fransiskus lebih memilih berbicara langsung kepada 1,2 miliar umat Katolik dan tidak mementingkan Gereja sebagai institusi. Dia lebih menekankan umat Katolik untuk mengikuti ajaran Yesus yakni melayani kaum miskin, mereka yang terpinggirkan dari kehidupan, terutama akibat ekonomi global.

Tidak mengherankan, pada bulan lalu Paus mengecam orang-orang berlimpah harta dari penghasilan super besar. Dalam pesannya Paus mengatakan perekonomian dunia kini telah dilandasi keserakahan dan ketidakadilan.

"Kondisi krisis keuangan dan ekonomi saat ini telah mendorong manusia mencari kepuasan dan penghasilan besar yang tidak sesuai prinsip ekonomi," kata Paus. "Krisis ekonomi ini harus membuat kita meninjau kembali model perkembangan ekonomi dan mengubah gaya hidup."

Paus juga menyampaikan seruannya kepada negara-negara di dunia untuk memperkecil jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

"Saya ingin melihat bagaimana pandangan antikapitalis dan antikonsumerisme dari Paus Fransiskus dalam seratus pidato pertamanya," ujar Walker.

Sesuai keinginannya ketika baru terpilih menjadi Paus, Fransiskus mengambil nama Santo Fransiskus dari Asisi yang dikenal sebagai sosok damai, sederhana, dan dekat dengan kemiskinan.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP