Pasukan Israel akan usir pendemo Palestina di Jalur Gaza dengan cara lebih keras
Merdeka.com - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan melakukan cara yang lebih keras untuk menghentikan demonstrasi Palestina di sepanjang perbatasan Jalur Gaza selatan. Hal itu dilakukan setelah empat pasukan Israel terluka akibat alat peledak.
"Mulai hari ini, IDF akan menggunakan cara yang lebih keras melawan perusuh di perbatasan Jalur Gaza." kata oleh Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah, Mayjen Yoav Mordechai, melalui akun Facebooknya pada unggahan video Al Monsiq, dilansir dari laman Haaretz,Selasa (20/2).
Alat peledak tersebut melukai empat tentara Israel dari Engineering Corp dan Brigade Golani. Saat itu mereka tengah memeriksa pagar perbatasan dan sebuah bendera Palestina yang tergantung di pagar, yang ternyata bendera tersebut terikat di tiang bendera.
Mordechai memperingatkan warga Gaza untuk berhenti melakukan kerusuhan di perbatasan.
"Sebaiknya kalian menghentikannya sekarang, pergi dan demonstrasi melawan Hamas di Gaza," kata Mordechai.
Mereka (IDF) takut ada insiden berat yang mengarah pada permusuhan yang lebih besar. Jadi menurut pandangan IDF, mereka memutuskan tidak hanya melakukan cara yang lebih keras melawan pemrotes, tapi juga mencegah kedatangan mereka di wilayah demonstrasi.
Menurut IDF, demonstrasi tersebut dilakukan atas permintaan Hamas. Mereka juga menyatakan Hamas yang mengendalikan lokasi tersebut.
"Kami tahu bahwa permusuhan dan kekerasan di perbatasan berfungsi sebagai perlindungan aktivitas teror, seperti yang terjadi Shabbat terakhir, dan kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi," kata Mordechai.
"Konfrontasi kekerasan di perbatasan mengancam siapa saja yang ikut serta di dalamnya. Anda harus sadar bahwa organisasi teror Hamas mengeksploitasi Anda untuk kepentingannya sendiri. Pejabat senior Hamas akan menyuruh Anda melakukan pekerjaan untuk mereka, sekaligus mempertaruhkan nyawa Anda." ujarnya.
(mdk/frh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya