Pasukan elite AS dipermalukan Libya, baru mendarat langsung diusir
Merdeka.com - Sebuah kejadian memalukan dialami personel pasukan khusus AS, mereka langsung diusir tak lama setelah menginjakkan kaki di Pangkalan Udara Watiya, utara Libya. Padahal, mereka tengah akan menjalani misi khusus di negeri tersebut.
Dilansir harian Daily Mail, Jumat (18/12), pasukan komando ini langsung dibawa kembali dengan pesawat Dornier 328. Dari penelusuran penerbangan, mereka dibawa menuju Bandara Pantelleria, Sisilia, Italia.
Pengusiran ini ternyata terjadi akibat miskomunikasi antara tentara di darat dengan Angkatan Darat AS, di mana pasukan ini dianggap tak diundang. Dalam foto yang dilansir, mereka tampak menyamar sebagai warga biasa dengan menggunakan kemeja, yang membedakan adalah senapan laras panjang dan jaket antipeluru.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Libya membenarkan rencana aktivitas militer AS di Libya, dan itupun sudah mendapatkan persetujuan dari pemerintah setempat.
"Berdasarkan persetujuan pejabat Libya, militer AS berangka ke Libya sejak 14 Desember untuk melakukan dialog dengan perwakilan Angkatan Darat Libya. Sementara di Libya, anggota milisi lokal meminta personel AS untuk pergi. Untuk menghindari konflik, mereka melakukannya tanpa insiden apapun," demikian isi penjelasan tersebut.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi, pada Juli 2014 lalu militer AS sempat menerjunkan Delta Force untuk memburu Ahmed Abu Khattala. Khattala dianggap bertanggung jawab atas terbunuhnya Duta Besar AS untuk Libya Chris Stephens dalam penyerbuan mematikan di Benghazim pada 2012 lalu yang menyebabkan empat warganya tewas. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya