Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasukan AS terjun ke Marawi, pasok informasi buat militer Filipina

Pasukan AS terjun ke Marawi, pasok informasi buat militer Filipina Konflik di Marawi. ©Reuters/Erik De Castro

Merdeka.com - Militer Filipina menyatakan pasukan Amerika Serikat sudah berada tak jauh dari Kota Marawi, Provinsi Lanao Del Sur, Pulau Mindanao, yang sedang dirundung konflik bersenjata. Namun mereka tidak bakal terlibat langsung dalam pertempuran melawan kelompok militan gabungan Maute dan Abu Sayyaf pro Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Dilansir dari laman Reuters, Rabu (14/6), posisi pasukan AS itu kini dirahasiakan. Mereka kabarnya berasal dari unit pasukan khusus ditempatkan di Zamboanga.

"Ada sejumlah personel militer AS yang membantu memasok informasi bagi pasukan kami. Saya tidak begitu tahu berapa banyak jumlahnya. Mereka dibolehkan membawa senjata buat pertahanan diri, tetapi tidak diperkenankan bertempur," kata Juru Bicara Militer Filipina, Brigjen Restituto Padilla.

Pejabat AS menyatakan mereka memang memberikan dukungan buat pasukan Filipina. Yakni dengan memasok informasi intelijen melalui pesawat nirawak (drone) dan pesawat pengintai P-3.

Hari ini, militer Filipina melanjutkan membombardir lokasi persembunyian kelompok militan di Marawi menggunakan tank. Tembakan balasan dari penembak runduk milisi sesekali terdengar.

Sudah tiga pekan pertempuran terjadi antara kedua belah pihak, dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Militer Filipina menyatakan kapok menetapkan tenggat waktu buat membebaskan kota itu dari para milisi, dan memilih terus menggempur musuh. Konon kedua belah pihak sama-sama ngotot mempertahankan posisi dan bakal bertempur sampai titik darah penghabisan. Apalagi buat para milisi, mereka akan meniru langkah ISIS mempertahankan Kota Mosul dari serangan pasukan Irak dan militan Syiah.

Sekitar seratus orang militan masih bercokol di Marawi. Sedangkan kemungkinan ada 300 hingga 600 warga terperangkap di sana. Hingga kini, jumlah korban tewas sudah mencapai 290 orang, meliputi 206 militan, 58 tentara, dan 26 warga sipil.

Wilayah selatan Filipina hampir setengah abad diliputi konflik bersenjata. Pejuang muslim dan komunis sama-sama memerangi pemerintah dan menuntut kemerdekaan. Pendekatan militer dianggap tidak menyelesaikan masalah di sana. Sebab warga setempat merasa diabaikan pemerintah pusat di Manila dan hidup dalam kemiskinan.

Konflik di Marawi juga membikin khawatir negara-negara di Asia Tenggara. Sebab, kelompok pro ISIS nampaknya hendak membangun wilayah kekuasaan dan dianggap meluaskan pengaruhnya.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP