Pasukan AS kalap, bunuh tukang bata dan dua anak di Afghanistan
Merdeka.com - Tentara Amerika Serikat di Afghanistan membunuh seorang ayah dan dua anaknya. Kabarnya mereka kalap dan melepaskan tembakan ke segala penjuru usai kendaraan mereka terkena ledakan bom disembunyikan di pinggir jalan.
Dilansir dari laman Al Jazeera, Selasa (13/6), peristiwa itu terjadi di Distrik Ghani Kel, sebelah selatan Provinsi Nangarhar. Menurut juru bicara kantor gubernur, Attaullah Khogyani, mengatakan saat bom meledak, pasukan AS langsung turun dan menembak membabi buta.
Tak jauh dari lokasi ledakan, seorang pembuat bata, Ziyar Gul, beserta ketiga anaknya sedang bekerja. Namun, lantaran kalap, pasukan AS mengira mereka adalah Taliban dan langsung memberondong dengan tembakan dari senapan. Ziyar dan dua anaknya, Faridullah (8) dan Sharafat (10), tumbang ditembus pelor. Sedangkan anak ketiganya berhasil kabur. Alangkah terkejutnya dia ketika kembali melihat ayah dan dua saudaranya sudah tersungkur bersimbah darah.
Menurut saksi Azizullah Aziz, empat sanak saudara Gul termasuk anaknya berusia enam tahun, tewas dalam serangan artileri digelar AS tahun lalu.
"Memangnya mereka enggak bisa melihat kalau yang ditembaki adalah anak-anak dan lelaki tak bersenjata? Kok tega sekali langsung menembak anak-anak dan membunuhnya? Bagian tubuh mereka sampai tercecer akibat diberondong tembakan berkali-kali," kata saudara mendiang Ziyar, Neyaz Gul.
Meski begitu, juru bicara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Douglas High, menyangkal ada korban sipil dalam insiden itu. Dia hanya mengakui kalau memang konvoi bersama pasukan AS dan Afghanistan dihantam bom. Dia juga berdalih pasukan dalam rombongan itu 'cuma' melepaskan tembakan dari pistol.
"Kami tidak menerima laporan ada korban sipil," kata High.
Menurut catatan Perwakilan Misi Afghanistan PBB, tahun lalu adalah yang terburuk dalam konflik di negara itu. Setidaknya jatuh korban hingga 11.418, terdiri dari 3.948 jiwa dan 7.920 luka-luka.
Pasukan Afghanistan dan Amerika Serikat kini sedang getol memerangi kelompok bersenjata tunduk kepada ISIS di Provinsi Nangarhar, yakni wilayah dekat perbatasan dengan Pakistan. Mereka menyatakan ada sekitar 600 hingga 800 militan ISIS di wilayah itu dan Provinsi Kunar.
Setelah Donald Trump menjabat Presiden Amerika Serikat, dia menambah jumlah pasukan AS di Afghanistan. Mei lalu penasihat ekonomi dan pejabat militer AS mengajukan penambahan jumlah pasukan di Afghanistan buat memerangi Taliban. Jumlahnya diperkirakan mencapai tiga ribu hingga lima ribu personel, termasuk pasukan khusus.
Saat ini tercatat ada sekitar 8400 pasukan AS di Afghanistan, di luar 5000 tentara NATO. Mereka sudah bercokol di sana sejak 2001 buat menumbangkan rezim Taliban. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya