Pasca-teror truk, polisi Israel ciduk lima warga Palestina
Merdeka.com - Pasca-teror truk, aparat kepolisian Israel serangan di Jerusalem timur dan menciduk beberapa anggota keluarga Fadi Ahmad Hamdan al-Qunbar, sopir truk maut asal Palestina, penabrak barisan tentara dan membunuh empat di antaranya.
Dikutip dari harian The Independent, Senin (9/1), sumber di kepolisian menyebutkan operasi tersebut mendapat perlawanan dari penduduk setempat. Setidaknya, polisi menerima lemparan batu dan kembang api.
Media Palestina melaporkan, rumah keluarga Hamdan digeledah, sebagai bagian dari investigasi teror yang terjadi di Talpiyyot. Sedikitnya lima orang ditangkap.
Kakak perempuan Hamdan mengritik serangan polisi itu, menyebut 12 perempuan anggota keluarga ditahan dan diinterogasi selama beberapa jam, dan dicecar berbagai pertanyaan.
Istri, orangtua dan dua laki-laki saudara Hamdan dibekuk. Satu perempuan yang merupakan saudara ipar Hamdan turut ditahan, karena suaminya tidak berada di rumah. Wanita itu teridentifikasi bernama 'Shadia'.
Keluarga ini baru mengetahui serangan tersebut setelah melihat video rekaman kejadian di layar televisi., Dalam wawancaranya dengan Palestinian Quds News, Shadia mengaku berterima kasih atas tindakan kakanya sebagai 'martir paling indah'.
Seperti diketahui, serangan truk terjadi Minggu (8/1) kemarin di kawasan ramai Armon Hanatziv, Talpiyyot. Serangan itu membunuh empat kadet muda Israel Defence Force (IDF) dan melukai 13 orang lainnya, satu di antaranya dalam keadaan kritis. Pelaku yang diketahui bernama Hamdan ditembak mati di lokasi kejadian.
Sepanjang malam, sembilan orang telah ditangkap di Jabal al-Mukabbir, termasuk sedikitnya lima anggota keluarga pelaku penyerangan. Dan pagi harinya, sejumlah rintangan beton dibangun untuk memblokade pintu masuk serta melakukan pengecekan kendaraan masuk dan keluar dari area serangan.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya