Pasar bebas ASEAN bukan sekedar barang keluar masuk secara bebas
Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menegaskan, Indonesia dan masyarakat ASEAN lainnya harus siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pengertian MEA sendiri bukan hanya mengenai masuknya barang produksi ASEAN secara bebas ke negara anggotanya.
"MEA ini bukan hanya masalah barang kemudian yang secara bebas mengalir masuk dan keluar dari wilayah ASEAN. Lebih dari itu, artinya penyatuan ASEAN sebagai komunitas, ASEAN juga mengusung tema ASEAN Center," kata Menlu Retno di Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (10/8).
Baginya, dengan adanya Komunitas ASEAN ini, masyarakat harus diuntungkan sebesar-besarnya. Karenanya, hal ini menjadi tantangan besar bagi negara-negara anggota ASEAN.
"Oleh karenanya, tantangan bagi semua negara anggota ASEAN yang mana kita mempersempit gabungan antara pertemuan-pertemuan yang dilakukan ASEAN dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat, dan juga kesejahteraan negara anggota dan juga di antara negara anggota," tutur Menlu Retno.
Menlu Retno berulang kali menegaskan jika ASEAN harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat. Jangan sampai, ujar Menlu Retno, masyarakat dirugikan dengan adanya MEA ini.
Dia juga mengatakan jika Indonesia kini sudah cukup siap menghadapi MEA.
MEA sendiri akan mulai dilaksanakan akhir tahun mendatang. Dengan adanya MEA, barang-barang buatan produsen negara ASEAN dapat keluar dan masuk dengan bebas di negara-negara di kawasan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya