Partai separatis menang pemilu, Barcelona siap merdeka dari Spanyol
Merdeka.com - Kelompok Aliansi Utama Nasionalisme Katalunya berhasil memperoleh 72 kursi dari 135 total kursi parlemen daerah dalam pemilu daerah kemarin malam (27/9).
Walau menang, kelompok politik yang ingin merdeka dari Spanyol ini gagal tipis mendulang 50 persen suara yang dibutuhkan untuk pemerintahan mutlak. Koalisi Junts Per Si (artinya 'Bersama Berkata Ya') hanya meraih 1,9 juta dari total empat juta suara yang diperebutkan.
Kelompok separatis mengklaim kemenangan ini memberikan mereka sebuah mandat yang jelas untuk membentuk sebuah negara Katalunya merdeka.
"Kita telah menang," ujar Presiden Dewan Masyarakat Catalonia, Artur Mas, di sela perayaan para pendukungnya tadi malam, seperti dikutip BBC, Senin (28/9).
Anggota koalisi kemerdekaan selanjutnya akan menjajaki langkah politik nyata memerdekakan daerah yang ibu kotanya terletak di Barcelona itu.
"Kami telah memiliki kejelasan, mayoritas yang absolut dalam parlemen Katalunya untuk terus melangkah kata Mas.

Pemerintah pusat Spanyol di Ibu Kota Madrid menolak klaim kelompok separatis. Dasarnya karena koalisi Junts Per Si gagal menguasai mayoritas parlemen.
Koresponden BBC menilai jalan Barcelona bersama wilayah Katalunya lainnya untuk merdeka sangat sulit. Spanyol berkali-kali menolak permintaan referendum yang diajukan warga Katalunya. Ketika referendum digelar pada November 2014 lalu, Madrid menyebutnya ilegal serta akan melakukan langkah hukum mencegah wilayah itu memisahkan diri.
"Upaya memerdekakan diri adalah omong-kosong," kata juru bicara pemerintah Spanyol Pablo Casado mengomentari hasil pemilu kemarin.
Selain ancaman politik, Spanyol ikut menekan warga Katalunya lewat jalur olahraga sepakbola yang populer. Pekan lalu, Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas memastikan akan mendepak klub Katalunya, yakni Barcelona dan Espanyol, dari La Liga seandainya wilayah itu nekat memerdekakan diri.
"Jika Spanyol jadi terpisah karena pemilu, begitu juga dengan La Liga. Mari berharap situasi aneh itu tidak akan terjadi," kata Tebas lewat akun Twitternya.

Katalunya mulai menyerukan lagi isu kemerdekaan pada awal 2014. Mereka terpengaruh wacana serupa yang muncul di Skotlandia.
Sejak lama negara bagian ini menginginkan merdeka karena ekonominya berkembang lebih pesat serta punya kebudayaan bahkan bahasa sendiri dibanding wilayah lain di Spanyol.
Tapi niatan itu selalu diredam oleh Madrid nyaris setengah abad terakhir. Sebagai kompensasinya, warga Katalunya yang mayoritas pendukung klub La Liga Barcelona itu boleh memakai bendera sendiri. Mereka juga memiliki pemerintah otonom, dipimpin Artur Mas, hingga memiliki fungsi anggaran yang independen.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya