Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Parlemen Spanyol cabut larangan iklan prostitusi

Parlemen Spanyol cabut larangan iklan prostitusi Para pelacur memprotes larangan anti prostitusi di Spanyol. merdeka.com/Pau Barrena/Demotix/Corbis

Merdeka.com - Prostitusi di Spanyol rupanya kian merajalela. Departemen Luar Negeri Spanyol memperkirakan ada 200.000 hingga 400.000 wanita yang bekerja di pelacuran pada tahun 2010. Sekitar 90% di antaranya kemungkinan besar adalah korban perdagangan manusia, seperti yang dilansir di The New York Times.

Sebagian besar wisatawan pria mengambil keuntungan dari kebijakan prostitusi yang longgar di Spanyol. Deputi Inspektur Xavier Cortes Camacho, kepala unit anti perdagangan manusia regional di Barcelona, mengatakan bahwa beberapa kalangan berusaha untuk mengesahkan undang-undang yang mengatur prostitusi dan menekan perdagangan manusia, seperti yang dikutip di Upi.com.

Sayangnya, desakan ekonomi memaksa parlemen Spanyol untuk mencabut larangan iklan layanan seksual di media cetak dan online. Legislasi telah membatalkan larangan yang diajukan oleh pihak oposisi di parlemen, berdasarkan laporan thinkSpain.

Undang-undang itu telah disahkan oleh parlemen. Kini tak ada larangan prostitusi dan lembaga pendamping atau individu yang bekerja di pelacuran boleh memasang iklan mereka pada media cetak atau online di Spanyol.

Apa tanggapan Anda mengenai pemberian legalitas prostitusi di Spanyol? (mdk/des)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP