Parlemen Pakistan pilih Nawaz sebagai perdana menteri
Merdeka.com - Nawaz Sharif hari ini membuat sejarah baru dengan menduduki jabatan perdana menteri Pakistan untuk ketiga kalinya, di tengah berbagai masalah yang mendera negara itu, mulai dari krisis energi hingga persoalan milisi Taliban.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Rabu (5/6), Nawaz terpilih lewat pemungutan suara di Majelis Nasional dan akan diambil sumpahnya oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. 13 tahun lalu pemerintahan Nawaz digulingkan lewat sebuah kudeta yang membuat dirinya mengasingkan diri.
Namun, perayaan kembalinya Nawaz ke kursi perdana menteri akan berlangsung singkat, mengingat pria 63 tahun itu memiliki setumpuk tantangan untuk diatasi, seperti permasalahan krisis energi yang mengoyak perekonomian dan menyengsarakan rakyat Pakistan.
Nawaz akan memberi sebuah pidato singkat di hadapan Majelis Nasional, di mana partai politik pimpinannya Partai Liga Muslim Pakistan (PML-N) menguasai mayoritas parlemen dengan 342 kursi, guna menyampaikan pandangannya terkait masalah-masalah yang dihadapi Pakistan.
Pejabat Partai Liga Muslim Pakistan mengatakan Sharif kemungkinan akan menjabarkan prioritas dan strategi pemerintahnya, namun tidak akan membicarakan masalah kebijakan secara terperinci.
Dia juga diharapkan menyampaikan pidato lebih panjang di hadapan masyarakat setelah menjalani pelantikan. Sharif mengatakan dia juga ingin melakukan pembicaraan damai dengan Taliban. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya