Parlemen Krimea resmi merdeka dan ingin bergabung dengan Rusia
Merdeka.com - Parlement Wilayah Krimea hari ini menyatakan kemerdekaan dari Ukraina dan meminta untuk bergabung dengan Federasi Rusia.
"Republik Krimea mengajukan banding kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan semua negara di dunia untuk mengakui sebagai sebuah negara merdeka," tulis sebuah dokumen disetujui oleh parlemen, sehari setelah wilayah di semenanjung itu memilih untuk menjadi bagian dari Rusia, seperti dilansir situs asiaone.com, Senin (17/3).
Keputusan ini mengikuti referendum kemarin, di mana pejabat mengatakan hampir 97 persen dari warga Krimea memilih untuk melepaskan diri dari Ukraina, seperti dikutip situs bbc.co.uk.
Pemerintah di Kiev telah mengatakan tidak akan mengakui hasil referendum. Amerika Serikat dan Uni Eropa mengatakan pemungutan suara itu ilegal dan telah berjanji untuk memberlakukan sanksi-sanksi terhadap Moskow.
Semenanjung Krimea berada di bawah kendali pasukan pro-Rusia sejak akhir Februari lalu.
Moskow mengatakan pasukan itu adalah pasukan pertahanan diri pro-Rusia dan tidak berada langsung di bawah kontrol mereka.
Krisis di Ukraina meletus mengikuti penggulingan presiden Ukraina pro-Moskow, Viktor Yanukovych, pada 22 Februari lalu, mengikuti protes jalanan berlangsung selama beberapa bulan dan bentrokan mematikan.
Menurut hasil pemungutan suara di parlemen Krimea hari ini, hukum Ukraina tidak lagi berlaku di wilayah itu dan semua properti milik pemerintah Ukraina di wilayah itu akan dinasionalisasi menjadi milik Krimea.
Sementara itu, parlemen Ukraina di Kiev secara resmi menyetujui mobilisasi sebagian dari 40.000 tentara cadangan dalam menanggapi apa yang disebutnya sebagai 'situasi masa perang'.
Berbicara di parlemen, presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, menggambarkan referendum itu sebagai sebuah 'lelucon besar' yang tidak akan pernah diakui baik oleh Ukraina atau oleh dunia beradab. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya