Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Parlemen Inggris berdebat soal melarang Donald Trump masuk negaranya

Parlemen Inggris berdebat soal melarang Donald Trump masuk negaranya Debat Parlemen Inggris untuk melarang Donald Trump. ©2016 Merdeka.com/AFP

Merdeka.com - Para politikus Inggris di Majelis Rendah Parlemen (House of Common) kemarin memperdebatkan kemungkinan melarang bakal calon Presiden Amerikas Serikat asal Partai Republik, Donald Trump, menginjakkan kaki di Britania Raya.

Kebanyakan anggota parlemen mengatakan bila Trump justru sebaiknya tetap diperbolehkan datang ke tanah Britania. Dengan demikian, warga Inggris bisa mendebat pandangannya yang "gila" dan sangat sempit soal imigran. Para anggota parlemen banyak menggunakan kata 'tolol', 'culas', ataupun 'bego' saat menggambarkan sosok konglomerat properti itu.

"Saya ingin melihat Donald Trump datang ke negara ini, karena saya ingin dia merasakan bagaimana kemarahan dan rasa frustrasi warga kita menyaksikan pernyataan-pernyataan Trump yang xenofobik" ujar Gavin Robinson, seorang legislator dari Irlandia Utara, seperti dikutip dari laman Aljazeera, Selasa (19/1).

Trump menjadi bulan-bulanan dunia, termasuk di Inggris, terkait gagasannya melarang orang Islam masuk ke Amerika Serikat. Ide Trump itu terlontar ketika berpidato pascainsiden penembakan di California yang menewaskan 14 orang, di mana dua pelakunya adalah pasangan suami-istri muslim yang diidentifikasi FBI terpengaruh paham ekstrem.

Debat soal larangan masuk bagi Trump ini digelar Majelis Rendah setelah muncul petisi publik ditandatangani oleh 574 ribu orang. Isi petisi itu menuntut pemerintah Inggris melarang Trump masuk ke Britania Raya lantaran mempromosikan rasisme dan kebencian pada orang asing.

Sesuai aturan parlemen, petisi yang sudah diteken lebih dari 10 ribu orang harus dibahas. Namun sebagian legislator menyatakan pandangan Trump adalah urusan dalam negeri AS.

"Melarang Trump masuk bukan menjadi urusan bagi Inggris," komentar salah satu anggota parlemen.

Tapi Jack Dorsey, politikus Partai Buruh, berkukuh Trump harus dilarang masuk Britania Raya. "Jangan sampai orang tolol yang berbahaya dan suka memprovokasi diizinkan masuk negara kita," ujarnya.

Dalam pernyatan terpisah, Perdana Menteri David Cameron pernah menuding Trump hanya mencari sensasi dan salah besar dalam merumuskan gagasan politik. Tapi dia menolak jika pemerintah diminta melarang sosok tertentu masuk ke wilayahnya.

"Malah dia akan menyatukan kita semua, karena seluruh warga Inggris membencinya," kata Cameron.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP