Parlemen Barcelona umumkan siap merdeka dari Spanyol 2017
Merdeka.com - Parlemen Negara Bagian Katalunya menempuh langkah kontroversial dengan meloloskan voting soal penentuan tanggal merdeka dari Kerajaan Spanyol. Hasilnya, 72 anggota legislatif lokal ini memilih 'ya', untuk pilihan merdeka dua tahun lagi.
Saat hasil voting diumumkan, seluruh politikus di gedung parlemen itu bertepuk tangan, seperti diumumkan Kantor Berita AFP, Senin (9/11).
Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, memprotes keputusan sepihak Parlemen Katalan. Dia mengatakan akan menggugat keputusan itu ke Mahkamah Konstitusi. "Kami yakin akan membuat legislasi itu tidak punya dampak apapun," kata Rajoy.
Pemerintah Negeri Matador kini berharap oposisi di Katalunya bisa menghalangi upaya kemerdekaan itu. Koalisi Sosialis (Ciudadanos) sejauh ini tidak mendukung upaya Barcelona pisah dari Spanyol.
Politikus nasionalis Katalunya bergeming dengan ancaman Madrid. Paul Romeva, politikus pendukung kemerdekaan, bersyukur parlemen lokal sekarang serius memisahkan diri. "Keputusan ini adalah langkah maju bagi warga Katalan mendirikan negara sendiri."
Tanda-tanda Katalunya merdeka terlihat dari hasil pemilu September lalu. Kelompok Aliansi Utama Nasionalisme Katalunya berhasil memperoleh 72 kursi dari 135 total kursi parlemen daerah.
Selain ancaman politik, Spanyol ikut menekan warga Katalunya lewat jalur olahraga sepakbola yang populer. Tiga bulan lalu, Presiden Liga Spanyol, Javier Tebas memastikan akan mendepak klub Katalunya, yakni Barcelona dan Espanyol, dari La Liga seandainya wilayah itu nekat memerdekakan diri.
"Jika Spanyol jadi terpisah karena pemilu, begitu juga dengan La Liga. Mari berharap situasi aneh itu tidak akan terjadi," kata Tebas lewat akun Twitternya.
Katalunya mulai menyerukan lagi isu kemerdekaan pada awal 2014. Mereka terpengaruh wacana serupa yang muncul di Skotlandia.
Sejak lama negara bagian ini menginginkan merdeka karena ekonominya berkembang lebih pesat serta punya kebudayaan bahkan bahasa sendiri dibanding wilayah lain di Spanyol.
Tapi niatan itu selalu diredam oleh Madrid nyaris setengah abad terakhir. Sebagai kompensasinya, warga Katalunya yang mayoritas pendukung klub La Liga Barcelona itu boleh memakai bendera sendiri. Mereka juga memiliki pemerintah otonom, dipimpin Artur Mas, hingga memiliki fungsi anggaran yang independen.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya