Paris mencekam, warga bersolidaritas buka rumah buat korban teror
Merdeka.com - Tanda pagar #porteouverte marak di jejaring sosial Twitter, terutama yang berbahasa Prancis. Ini adalah ajakan warga untuk memberikan bantuan pada korban serangan teror tadi malam. Tagar itu secara harfiah artinya adalah "buka pintu."
Dengan memasang tanda pagar itu, korban teror yang selamat tapi kesulitan pulang ke rumah, dipersilakan menginap di rumah mereka. Tagar #porteouverte telah dicuitkan ulang 400 ribu kali hingga hari ini, Sabtu (14/11), seperti dilansir Kantor Berita Reuters.
Akun khusus untuk mewadahi solidaritas warga juga mulai aktif di Twitter. Belasan alamat apartemen dan nomor telepon penduduk Paris disebar, bagi mereka yang butuh bantuan. Tujuh serangan beruntun itu semuanya terjadi di kawasan timur Ibu Kota Paris.
Presiden Francois Hollande telah mendatangi tujuh lokasi serangan teror itu, termasuk Gedung Konser Bataclan yang menjadi lokasi korban tewas paling banyak. Dalam insiden kemarin, data terakhir pemerintah Negeri Anggur menyatakan setidaknya 158 orang tewas dan 80 cedera parah.
"Prancis tidak akan menyerah pada kelompok teror, kita akan menyerang balik para pelaku tanpa ampun," kata Hollande di sela-sela mengunjungi korban dan polisi yang bertugas.
Suasana Paris hampir tujuh jam setelah insiden berakhir masih mencekam. Dilaporkan oleh AFP, ribuan polisi berjaga di setiap sudut kota. Diperkirakan ada 1.500 personil keamanan diterjunkan. Serangan beruntun tadi malam adalah yang paling mematikan di Prancis sejak Perang Dunia ke-2.
Polisi Prancis mengatakan kasus penyanderaan di Bataclan berhasil dituntaskan lewat tengah malam. Enam pelaku tewas, tapi belum diketahui apakah ada pelaku lainnya yang masih bebas. Saat ini otoritas Prancis memperketat perbatasan darat, laut, maupun udara untuk memastikan pelaku lain tidak mencoba kabur.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya