Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Paris Geger, Mayat Bocah 12 Tahun Ditemukan dalam Kotak

Paris Geger, Mayat Bocah 12 Tahun Ditemukan dalam Kotak menara eiffel berwarna bendera prancis. ©Twitter

Merdeka.com - Warga Paris, Prancis, geger dengan pembunuhan bocah perempuan 12 tahun yang mayatnya ditemukan di dalam sebuah kotak pada Jumat. Mayat pelajar sebuah sekolah itu ditemukan di halaman gedung apartemennya.

Bocah tersebut bernama Lola. Kasus ini muncul setelah ayahnya cemas ketika dia tidak kunjung pulang dari sekolah pada sore hari.

Pada malam harim ada kotak plastik transparan di bawah gedung apartemen, di mana ayah Lola bekerja sebagai penjaga pintu.

Tubuh Lola ditemukan terbujur di dalam kotak tersebut, tertutup kain. Tangan dan kakinya terikat. Dilaporkan ada luka di lehernya, namun hasil otopsi menyatakan dia meninggal karena sesak napas, dikutip dari BBC, Selasa (18/10).

Dua catatan post-it tertempel di kakinya, bertuliskan "0" dan "1".

Pada Sabtu pagi, polisi menangkap tersangka utama pembunuh Lola, seorang perempuan 24 tahun kelahiran Aljazair yang disebut bernama Dahbia B. Perempuan tersebut teridentifikasi video CCTV di gedung apartemen, di mana dia terlihat memasuki pintu utama pada Jumat malam bersama Lola.

Lalu dia terlihat meninggalkan gedung apartemen menarik sebuah kontainer dan terlihat bertindak sembrono di jalan. Salah satu saksi mata mengatakan perempuan tersebut meminta bantuan dengan imbalan uang yang didapatkan dari "penjualan organ".

Namun polisi mengatakan tidak percaya ini adalah petunjuk yang serius. Teori mereka yang paling masuk akal adalah bahwa Dahbia B, yang tidak memiliki tempat tinggal tetap, secara psikologis tidak stabil dan tindakannya "sembrono".

Polisi juga menangkap pria berusia 43 tahun yang diyakini telah mengangkut Dahbia B dan kontainer di dalam mobilnya.

Polisi telah membuka penyelidikan atas pembunuhan seseorang di bawah usia 15 tahun yang disertai dengan tindakan penyiksaan. Dahbia B diperkirakan akan ditempatkan di bawah penyelidikan pengadilan dan ditahan.

Di sekolah Lola, anak-anak dan orang tua tampak tertekan pada Senin pagi. Sekolah menerima kunjungan Menteri Pendidikan Pap Ndiaye dan Wali Kota Paris Anne Hidalgo. Tim psikolog dikirim ke sekolah untuk menghibur para siswa.

Istri Presiden Prancis Emmanuel Macron, Brigitte Macron mengatakan ini merupakan tragedi keji dan tidak dapat ditoleransi.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP