Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Para Ahli Sepakat Pakai Masker di Luar Ruangan Lebih Aman Cegah Penularan Covid-19

Para Ahli Sepakat Pakai Masker di Luar Ruangan Lebih Aman Cegah Penularan Covid-19 warga mengantre masker wajah di tengah wabah virus corona. ©2020 REUTERS/Tyrone Siu

Merdeka.com - Hampir semua penularan Covid-19 yang terdokumentasi terjadi di dalam ruangan. Namun para ahli mengatakan, memakai masker di luar dibenarkan karena masih adanya risiko penularan.

Pelung kemungkinan tertular virus corona meningkat pada acara di mana orang berdiri dekat satu sama lain dan berbicara dalam jangka waktu yang lama, seperti pesta atau acara olahraga. Sejak dimulainya pandemi, penelitian telah mencatat kasus infeksi di restoran, rumah, pabrik, kantor, konferensi, kereta api, dan pesawat.

Dilansir dari laman South China Morning Post, Rabu (14/10), sebuah studi yang diterbitkan pada April mengidentifikasi satu kasus penularan di luar ruangan, antara dua penduduk desa di China, dari lebih 7.000 penelitian.

Dalam analisis terhadap 25.000 kasus yang belum ditinjau secara independen, enam persen kasus dikaitkan lokasi luar ruangan, seperti acara olahraga atau konser.

“Hampir tidak ada kasus yang dapat kami identifikasi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari di luar ruangan,” kata penulis penelitian Mike Weed, seorang profesor dan peneliti di Canterbury Christ Church University di Inggris.

para ahli sepakat pakai masker di luar ruangan lebih aman cegah penularan covid-19Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Data juga menunjukkan, “di luar ruangan jauh lebih aman daripada di dalam ruangan, untuk aktivitas dan jarak yang sama”, menurut sekelompok ilmuwan dan para ahli termasuk profesor dari universitas Amerika, Inggris dan Jerman.

“Risiko penularan jauh lebih rendah di luar daripada di dalam karena virus yang dilepaskan ke udara dapat dengan cepat menjadi encer melalui atmosfer,” kelompok itu menjelaskan, membandingan “aerosol” pembawa virus dengan asap rokok.

Sejak Februari berbagai penelitian dan otoritas kesehatan telah menunjukkan jalur penularan melalui udara, lewat tetesan mikroskopis (aerosol) tidak terlihat yang kita keluarkan ketika bernapas, berbicara, dan bernyanyi.

Ini adalah tambahan dari tetesan air yang relatif lebih besar yang kita keluarkan dengan batuk atau bersin, yang dapat mendarat langsung di wajah orang lain dalam jarak satu atau dua meter.

Tetesan terkecil mengapung di udara selama beberapa menit atau jam, tergantung pada ventilasi tempat itu. Di ruangan yang berventilasi buruk tetapi juga di luar antara dua bangunan tanpa sirkulasi udara, tetesan dapat menumpuk dan terhirup oleh orang yang lewat.

Dosis partikel virus yang diperlukan untuk menyebabkan infeksi tidak diketahui, namun semakin besar dosisnya, “semakin besar kemungkinan terinfeksi”, kata Steve Elledge, ahli genetika dan ahli virus dari Universitas Harvard di Negara Bagian Massachusetts, AS.

Linsey Marr, seorang ahli terkenal tentang penularan virus melalui udara dari Virginia Polytechnic Institute dan State University di Blacksburg, di negara bagian Virginia, AS, merekomendasikan untuk memakai masker di luar jika area tersebut ramai dan “Anda akan sering melewati orang, katakanlah, lebih dari satu per menit sebagai pedoman tetapi bukan aturan mutlak”.

“Saat kami berjalan melewati orang-orang di luar, kami mungkin mencium bau asap yang mereka embuskan, setiap paparan singkat tunggal berisiko rendah, tetapi eksposur semacam itu mungkin bertambah seiring waktu,” jelasnya.

“Saran saya mengikuti prinsip kehati-hatian dan fakta bahwa memakai masker tidak membahayakan,” tambah Marr.

Di teras restoran, sekelompok ilmuwan merekomendasikan untuk menjaga jarak aman antara meja dan mengenakan masker saat tidak makan. Ada terlalu banyak variabel untuk menghitung risiko yang tepat di trotoar atau di taman, tergantung pada angin dan jumlah orang, juga matahari.

Sinar ultraviolet membuat virus mati, tetapi kecepatan penularan virus bisa terjadi mulai dari beberapa menit hingga satu jam bergantung pada intensitas matahari.

Oleh karena itu dalam hal kesehatan masyarakat, para ahli percaya pada akhirnya lebih efisien untuk memiliki pedoman yang sederhana dan jelas.

“Memiliki kesepakatan universal untuk terus menggunakan masker adalah strategi yang paling aman,” jelas Kristal Pollitt, profesor epidemiologi dan teknik lingkungan di Universitas Yale, di Negara Bagian Connecticut, AS.

 

Reporter Magang: Galya Nge

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP