Panglima militer Mesir calonkan diri jadi presiden
Merdeka.com - Panglima militer Mesir Jenderal Abdel Fattah al-Sisi, yang menggulingkan Presiden Muhammad Mursi, mengatakan dia akan mencalonkan diri sebagai presiden Negeri Sungai Nil itu. Ini seperti dilaporkan koran asal Kuwait Al-Seyassah, hari ini.
Langkah ini dikatakan bakal meningkatkan ketegangan politik dan kemarahan dari kelompokmilitanIslam yang telah melancarkan serangan terhadap pemerintah sejak Sisi menggulingkan Mursi, dari Ikhwanul Muslimin, pada Juli tahun lalu, setelah adanya protes besar-besaran menentang dirinya, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Kamis (6/2).
Tindakan ini juga akan memperdalam keprihatinan bahwa militer lagi-lagi akan mendominasi Mesir, setelah meletusnya pemberontakan pada 2011 yang menimbulkan harapan adanya demokrasi sipil.
Dalam sebuah wawancara, Sisi mengatakan dia tidak memliki jalan lain untuk memenuhi keinginan rakyat Mesir selain mencalonkan diri sebagai presiden, seperti dikutip Al-Seyassah.
"Saya tidak akan menolak permintaan ini," kata Sisi, yang dipandang sebagai sosok penentu dapat mengurangi kekacauan politik yang telah membuat kesulitan ekonomi di Negeri Piramida itu.
"Saya akan mempresentasikan hal ini bagi rakyat Mesir untuk memperbaharui kepercayaan melalui pemungutan suara bebas," lanjut dia.
Tidak ada konfirmasi resmi bahwa Sisi akan mencalonkan diri dalam pemilihan umum diharapkan digelar dalam enam bulan mendatang.
Mursi dan gerakannya dari Ikhwanul Muslimin telah menuduh Sisi melancarkan kudeta dan merusak demokrasi sejak terjadinya gerakan pemberontakan rakyat untuk menggulingkan Husni Mubarak pada 2011.
Setelah menggulingkan Mursi, Sisi meluncurkan sebuah peta politik yang dimaksudkan untuk menciptakan pemilu bebas dan adil.Tetapi di bawah pengawasannya, pasukan keamanan telah melancarkan sebuah tindakan keras melawan Ikhwnaul Muslimin dan menahan mereka yang berbeda pendapat.
Sekitar seribu anggota Ikhwanul Muslimin telah tewas di jalan-jalan, sementara para pemimpin mereka dipenjara dan kelompok itu dinyatakan sebagai sebuah organisasi teroris oleh pemerintah Mesir.
kelompok militan terinspirasi Al-Qaidah berbasis di Sinai telah melancarkan pemberontakan yang telah mendapatkan momentum sejak Sisi membentuk pemerintahan. Ratusan pasukan keamanan telah terbunuh di sebagian besar Semenanjung Sinai. Para militan juga telah melanda beberapa wilayah lain, termasuk Ibu Kota Kairo.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait, yang mencurigai Ikhwanul Muslimin, memberikan miliaran dolar kepada Mesir setelah Mursi lengser.
Sisi menjadi sangat populer di Mesir. Bahkan ada poster, kaos dan cokelat yang memperlihatkan tampang Sisi. Dia digambarkan sebagai penyelamat di saluran televisi pemerintah dan swasta.
Tapi Sisi sadar bahwa rakyat Mesir, dengan bantuan militer, telah menggulingkan dua presiden dalam tiga tahun. Jika dia tidak memberikan harapan rakyat, protes massa bisa meletus lagi.
"Kami tidak akan bermain dengan mimpi rakyat atau memberitahu mereka kita memiliki tongkat ajaib," ujar Sisi dalam wawancara dengan koran Kuwait. "Saya akan memberitahu mereka mari kita saling bergandengan tangan dan bekerja sama untuk membangun negara terdiri dari 90 juta jiwa ini." (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya