Pangeran William dan Kate Middleton Dijadwalkan Kunjungi Pakistan
Merdeka.com - Pangeran William dan istrinya, Kate Middleton dijadwalkan mengunjungi Pakistan pada musim gugur tahun ini. Rencana kunjungan ini disebut akan menjadi kunjungan anggota Kerajaan Inggris ke republik Islam itu dalam kurun waktu 13 tahun terakhir.
Rincian mengenai rencana kunjungan ini akan disampaikan pada waktunya. Demikian pernyataan Istana Kensington, dilansir dari BBC, Selasa (2/7).
Anggota kerajaan terakhir yang mengunjungi Pakistan adalah Pangeran Charles dan istrinya, Camilla Parker-Bowles pada 2006.
Mendiang Putri Diana, yang merupakan ibu kandung Pangeran William pernah mengunjungi Pakistan beberapa kali untuk kegiatan amal selama hidupnya.
Dalam kunjungan terakhirnya ke Pakistan pada 1997, Ratu Elizabeth memunculkan kontroversi ketika memanfaatkan pidatonya di parlemen di Islamabad untuk menyerukan Pakistan dan India agar menyelesaikan pertikaian.
Pejabat tinggi Pakistan, Mohammad Nafees Zakaria, menyambut baik pengumuman Istana Kensington terkait rencana kunjungan William dan Kate.
"Rakyat Pakistan masih menghargai dan mengingat kunjungan Sang Ratu ke Pakistan tahun 1961 dan 1997. Kunjungan kerajaan yang akan datang adalah sebuah refleksi pentingnya Inggris mempererat hubungannya dengan Pakistan," jelasnya.
Zakaria menambahkan, pihaknya perlu mempererat hubungan bersejarah dengan sejumlah negara termasuk Inggris.
Terdapat sejumlah insiden keamanan di Pakistan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk pengeboman di luar kuil di Lahore yang menewaskan sembilan orang dan serangan oleh militan bersenjata di Hotel Pearl Continental di Gwadar, Balochistan.
Kantor Kementerian Luar Negeri Pakistan memperingatkan melalui situs webnya bahwa para teroris diperkirakan tengah berupaya melakukan serangan di Pakistan.
"Ada ancaman serius terorisme, penculikan dan kekerasan sektarian di seluruh negeri, termasuk kota-kota seperti Islamabad, Rawalpindi, Lahore dan Karachi," kata pernyataan tersebut.
"Warga asing, khususnya orang Barat, kemungkinan ditargetkan secara langsung," lanjutnya.
Pernyataan itu juga memperingatkan agar tak dilakukan perjalanan ke sejumlah daerah di Pakistan, termasuk kota Peshawar, Balochistan utara dan barat, Karakoram Highway antara Islamabad dan Gilgit, dan daerah kesukuan yang dikelola pemerintah federal.
Lebih dari 1,5 juta warga Pakistan saat ini tinggal di Inggris dan 270 ribu warga negara Inggris mengunjungi negara ini setiap tahun.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya