Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Palestina sulit merdeka jika Masjid Al Aqsa terus diblokade Israel

Palestina sulit merdeka jika Masjid Al Aqsa terus diblokade Israel Militer israel larang warga sipil palestina masuki al aqsa. ©2015 REUTERS/Ammar Awad

Merdeka.com - Konferensi internasional On The Question of Jerusalem di Hotel Borobudur, Jakarta, yang berlangsung 14-15 Desember 2015, ditutup dengan kesepakatan setiap peserta untuk konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina yang hakiki.

Rangkuman dari acara ini sekaligus diteruskan ke markas besar PBB di New York. Pembahasan oleh lembaga internasional ini mendesak, karena Israel selaku penjajah Palestina, masih memblokade akses masuk ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem.

"Tidak sebatas sampai di sini, rangkuman acara akan diteruskan ke PBB di New York untuk pembahasan Palestina lebih lanjut di sana," kata Duta Besar Indonesia untuk PBB, Desra Percaya, Selasa (15/12).

Ditekankan kembali, Yerusalem adalah isu paling sulit dari konflik Israel-Palestina. Kedua negara berkukuh mengklaim wilayah itu sebagai ibu kota masing-masing.

Tempat suci bagi tiga negara itu penting bagi Israel maupun Palestina. Selain itu, Desra mengatakan Israel memaksa Palestina mengakui negaranya sebagai wilayah Yahudi dianggap mengacaukan prospek perdamaian.

"Kebijakan Israel dalam konteks proses perdamaian, mereka minta prasyarat Palestina mengakui Israel sebagai Negara Yahudi, berartikan itu ada unsur agama. Artinya apa? orang Islam, orang Arab harus keluar, tidak bisa ada di Israel. Padahal faktanya di Israel banyak juga warga negara Arab ataupun yang beragama Islam," kata Desra.

Dalam konferensi di Jakarta ini, disimpulkan dunia internasional harus bergerak bersama guna menghentikan agresi Israel ini, hingga Palestina mendapatkan kemerdekaan yang utuh.

"Dunia internasional harus mendesak Israel untuk segera menghentikan aksinya dalam proteksinya terhadap Al Aqsa dan terus mendorong dukungan hingga Palestina mendapat kemerdekaan sesungguhnya," pungkas Desra.

Pertemuan dua hari terakhir itu diikuti perwakilan 25 negara anggota dan 24 negara pengamat dari Komite Palestina. Menteri Luar Negeri Palestina Riad Al-Maliki juga hadir dalam konferensi ini.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP