Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Palestina kecewa AS pindahkan kantor kedubesnya di Yerusalem Mei nanti

Palestina kecewa AS pindahkan kantor kedubesnya di Yerusalem Mei nanti Wakil negosiator Palestina Saeb Erekat. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa pemerintahnya berencana akan memindahkan kedutaan besarnya dari Israel ke Yerusalem pada bulan Mei.

Menurut media Israel, langkah resmi pemindahan kedutaan tersebut akan berlangsung pada 14 Mei 2018, atau bertepatan dengan ulang tahun ke-70 kemerdekaan negara Israel, seperti dilansir dari laman Al Arabya.

Pemindahan kedutaan dari Tel Aviv akan memberi sinyal pengakuan Washington terhadap negara Yahudi dan Yerusalem sebagai ibu kotanya.

Menurut salah satu pejabat AS, kedutaan AS di Yerusalem bukanlah gedung baru, melainkan gedung lama.

"AS tidak akan membangun struktur baru, melainkan mengubah bangunan konsuler yang sudah ada di wilayah Arnona di Yerusalem Barat," kata pejabat AS tersebut, dikutip dari Times of Israel, Senin (26/2).

Bangunan tersebut terletak di Green Line, yang menandai perbatasan Israel sejak 1949 silam sampai Perang Enam Hari pada tahun 1967. Gedung itu telah digunakan selama bertahun-tahun sebagai tempat pembuatan visa dan juga layanan konsuler.

Sebelum aktif menjadi gedung kedutaan besar, gedung lama ini akan direnovasi untuk mengakomodir duta besar dan juga ruang operasi rahasia.

"Pindah ke gedung yang masih relatif baru ini sudah dirancang sebelumnya. Selain untuk menghemat dana, penggunaan bangunan tersebut juga dimaksudkan agar Duta Besar AS untuk Israel David Friedman bisa langsung bekerja di sana tahun depan," ujar pejabat AS itu.

Di lain pihak, Perantara Palestina Saeb Erekat menyatakan keputusan pemerintah Amerika Serikat yang memindahkan Kedutaan Besar Amerika dari Tel Aviv ke Yerusalem pada bulan Mei menunjukkan pelanggaran hukum internasional.

"Keputusan AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan sekarang memindahkan kedutaan besarnya yang bertepatan pada 70 tahun sejak Nakba, sudah ada pembersihan etnis setidaknya 418 desa Palestina, dan pemindahan paksa dua per tiga rakyat kita, menunjukkan penentuan pemerintah AS yang melanggar hukum internasional, menghancurkan solusi dua negara, dan memprovokasi perasaan rakyat Palestina, serta semua orang Arab, Muslim dan Kristen di seluruh dunia," kata pernyataan Erekat seperti dikutip dariJerusalem Post.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP