Palak pengusaha, ISIS raup Rp 2,6 Triliun per tahun
Merdeka.com - Banyak yang mempertanyakan dari mana sumber pendanaan persenjataan kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Alat tempur mereka terbilang canggih, mulai dari senjata api, bom, hinggal kendaraan taktis pun mereka miliki.
Melansir pemberitaan koran the Daily Mail, Senin, (8/6), ISIS ternyata telah menarik pajak warga sipilnya yang berkedok zakat. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya bisa mencapai USD 200 juta (Rp 2,6 triliun) dalam catatan setahun terakhir, mengutip pemberitaan seorang jurnalis, Sufyan al-Baghdadi.
Bila mereka menolak 'berzakat', para pengusaha itu harus siap disiksa. "Kolega bisnis saya di Raqqa diharuskan membayar 'zakat' hingga USD 100 ribu (Rp 1,3 miliar) karena besar pendapatan bisnisnya," ucap Ammar kepada kantor berita The Telegraph.
Namun berbisnis di wilayah ISIS dinilai Ammar masih menjadi pilihan baik, dibanding ditempat lain dengan ancaman korupsi yang tinggi.
"Berbisnis di daerah ISIS aman, setelah saya kerampokan oleh pasukan bersenjata ditempat lain hingga USD 150 ribu (Rp 1,9 miliar).
Dalam liputan khusus al-Baghdadi yang dia tuliskan di media sosial, sebanyak USD 160 juta dari raupan 'zakat' kerap disumbangkan kepada warga miskin yang hidup di bawah kendali ISIS. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya