Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakistan Tuding India Berada di Balik Serangan Gedung Bursa Efek Karachi

Pakistan Tuding India Berada di Balik Serangan Gedung Bursa Efek Karachi Perdana Menteri Pakistan Imran Khan.. ©Denis Balibouse/Reuters

Merdeka.com - Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menuding India bertanggung jawab atas serangan terbaru di gedung Bursa Efek Pakistan di wilayah selatan kota pelabuhan Karachi.

Khan menyampaikan dalam sebuah pidato di parlemen Pakistan pada Selasa, mengatakan dirinya "tak ada keraguan" India berada di balik penyerbuan gedung tersebut, yang berlokasi di sebuah zona pengamanan tingkat tinggi di Karachi pada Senin.

"Tak ada keraguan India berada di balik serangan," tudingnya, dilansir dari Press TV, Rabu (1/7).

"Dalam dua bulan terakhir, kabinet saya tahu (akan ada serangan), saya diinformasikan para menteri. Semua lembaga kami dalam siaga tinggi," lanjutnya.

Menteri Luar Negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi juga menyalahkan New Delhi atas keterlibatannya dalam serangan tersebut. Diplomat ternama Pakistan ini mengatakan serangan dilakukan oleh sel tidur yang "diaktifkan" India.

Namun India membantah terlibat.

"Tak seperti Pakistan, India tak ada keraguan mengutuk aksi terorisme di mana pun di dunia, termasuk di Karachi," jelas Menteri Luar Negeri India, Anurag Srivastava dalam sebuah pernyataan setelah serangan.

Sekelompok penyerang bersenjata berusaha menyerbu markas besar bursa efek terbesar Pakistan pada Senin, menggunakan senjata api dan granat. Para penyerang awalnya melemparkan granat sebelum menembaki sebuah pos keamanan di luar gedung, menewaskan dua penjaga dan seorang polisi. Beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Namun, pasukan keamanan turun tangan dan menggagalkan serangan dengan membunuh keempat pria bersenjata yang terlibat dalam serangan itu.

Kelompok separatis, Tentara Pembebasan Baloch, yang beroperasi di Provinsi Balochistan barat daya Pakistan, kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tentara Pakistan sering melancarkan serangan balasan terhadap kelompok militan selama beberapa tahun terakhir, tetapi aksi teror sporadis oleh militan terus menargetkan pasukan keamanan serta warga sipil.

Ribuan warga Pakistan tewas dalam pemboman dan serangan-serangan militan lainnya sejak 2001, ketika Islamabad bersekutu dengan Amerika Serikat dalam apa yang disebut perang melawan teror.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP