Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakistan razia kafe dan restoran selama Ramadan

Pakistan razia kafe dan restoran selama Ramadan Gadis Pakistan di kafe. (ilustrasi/localgirlzshow.blogspot.com)

Merdeka.com - Polisi di Ibu Kota Islamabad, Pakistan, mulai merazia kafe dan restoran masih buka pada siang agar menghindari orang makan dan minum di muka umum selama bulan suci Ramadan.

Surat kabar the Guardian melaporkan, Selasa (7/8), aturan menutup kafe dan restoran pada siang selama bulan puasa sudah lama berlaku. Namun sejak kafe dan restoran berlabel Eropa atau Amerika Serikat menjamur, peraturan itu kurang diindahkan. Pusat-pusat kuliner mahal ini menjadi tujuan kalangan mengenah ke atas.

Para pengunjung kafe di pusat belanja Kohsar terkejut saat polisi datang. Mereka menindak pemilik kafe dan pengunjung sedang asyik makan dan minum.

Masyarakat Islamabad mengaku tidak ingat ada kebijakan demikian. Kafe Gloria Jeans juga tidak tahu ada larangan demikian sebelum polisi datang. Manajer kafe itu mengatakan tempatnya terbuka kapan saja, tidak memandang bulan.

Polisi berkilah, penggerebekan kafe dan restoran merupakan tanggapan keluhan masyarakat. Gara-gara aturan ini, seorang jurnalis sedang minum di dalam mobilnya diserang oleh aparat. Mereka memukuli wartawan itu memakai ikat pinggang dan mengancam akan memenjarakan dia.

Para pemilik restoran menutup jendela dengan tirai agar pengunjung terlindung dari mata publik. Beberapa mengkritik tindakan ini sebagai hukum Islam kaku di negara dan masyarakat. "Ini menandakan ekstremis telah masuk di tubuh kepolisian," kata kolumnis Raza Rumi.

Polisi terlibat dalam razia itu mengatakan secara pribadi mereka tidak ada masalah jika ada warga tidak berpuasa. Seorang perwira senior enggan disebutkan nama hanya ingin menjaga citra lembaganya. "Ada orang religius dan mematuhi hukum. Kenapa Anda tidak menegakkan hukum di daerah mewah?" katanya.

Tahun lalu, Gubernur Provinsi Punjab Salman Taseer Januari tahun lalu ditembak mati di Kohsar oleh pengawalnya. Taseer ditembak mati karena membela perempuan Kristen tengah makan saat Ramadan. Dia juga banyak mengkritik undang-undang dan menghujat Islam. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP