Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pakistan Langgar Kontrak Jika Gunakan F-16 Lawan India, Ini Sebabnya

Pakistan Langgar Kontrak Jika Gunakan F-16 Lawan India, Ini Sebabnya Jet tempur F-16 Pakistan. ©AFP

Merdeka.com - India menuduh Pakistan sengaja menggunakan jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) dalam serangannya di Kashmir. Mereka juga mengklaim telah menembak satu F-16 milik AU Pakistan.

India mengatakan pihaknya menggunakan gabungan pesawat MiG-21 Bison, Su-30 MKI dan Mirage-2000 untuk mencegat jet Pakistan, demikian sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Jumat (1/3).

Selain itu, India juga mengklaim telah memiliki bukti puing-puing rudal jarak menengah AIM-120, yang ditembakkan oleh jet F-16 milik Pakistan.

"Angkatan Udara India juga melacak jejak digital dari pesawat F-16, yang salah satunya jatuh ditembak di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan," kata Wakil Marsekal udara R.G.K. Kapoor, mengatakan di New Delhi, Kamis 28 Februari.

Di lain pihak, Pakistan membantah telah menggunakan, atau kehilangan unit, F-16 dalam serangan di Kashmir. Namun hal itu dibantah India.

"Ada cukup bukti untuk menunjukkan bahwa F-16 digunakan dalam misi ini dan Pakistan berusaha untuk menyembunyikan fakta tersebut," kata Kapoor dalam briefing pers bersama dengan angkatan bersenjata India.

"Pesawat Pakistan yang mencoba menargetkan instalasi militer India dicegat oleh pesawat tempur IAF, yang menggagalkan rencana mereka," lanjutnya.

Sementara itu, pemerintah AS memantau dengan cermat situasi di Kashmir, menurut seorang pejabat kementerian luar negeri.

Jika benar Pakistan menggunakan F-16 dalam konflik dengan India, mereka bisa terkena sanksi bahkan embargo. Penjualan jet tempur F-16 buatan Lockheed Martin ke Pakistan mengamanatkan bahwa mereka hanya diterbangkan untuk operasi kontra-terorisme, menurut Rahul Bedi, seorang analis dari Janes Information Services, yang berbasis di New Delhi.

"Pesawat-pesawat itu tidak bisa digunakan melawan negara lain," katanya.

Sementara itu, hubungan AS dengan Pakistan memburuk dalam beberapa tahun terakhir, dan pada 2016, Kongres di Washington menolak memberikan subsidi bagi Islamabad untuk membeli F-16 baru.

Kemudian tahun lalu, Presiden AS Donald Trump memotong sekitar US$ 2 miliar (setara Rp 28,2 triliun) bantuan keamanan ke Pakistan, di mana mengklaim bahwa Islamabad tidak berbuat banyak untuk menekan kelompok militan di sana.

Kasus embargo senjata ini pernah dirasakan Indonesia karena dianggap melanggar HAM di Timor Timur. AS menjatuhkan sanksi tahun 1995-2005. Sejumlah alutsista TNI AU pun nyaris grounded kekurangan suku cadang.

Reporter: Happy Ferdian Syah Utomo

Sumber: Liputan6.com

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP