Otoritas udara Jerman ingin bisa kendalikan pesawat dari jarak jauh
Merdeka.com - Pihak pengawas lalu lintas udara Jerman mendesak pada setiap maskapai untuk memasang pengendali pesawat jarak jauh, demi mencegah terulangnya peristiwa Germanwings pada bulan lalu.
Pihak penyelidik percaya jika kopilot Andrea Lubitz mengunci sang pilot lalu sengaja menabrakan pesawat Germanwings ke pegunungan Alpen yang menewaskan sekitar 150 jiwa, pada 24 Maret lalu.
"Kita sedang memikirkan sebuah solusi baru pasca kejadian kemarin, sebuah sistem teknologi yang dapat mengendalikan pesawat dari jarak jauh dan dapat mengamankan para penumpang dari ancaman berbahaya agar mendarat dengan selamat," ungkap Klaus Dieter Scheurle, kepala pengawas lalu lintas udara Jerman, pada siaran persnya, rabu (15/5).
Ia mengakui jika ini bukanlah solusi mudah, dan terdengar seperti teknologi di abad masa depan.
Namun, Asosiasi pilot Jerman, Vereinigung Cockpit, meragukan hal ini. Mereka menilai pengendali jarak jauh renan akan penyalah gunaan.
"Kita sepatutnya menanyakan terlebih dulu solusi kemungkinan yang akan terjadi pada pilot, karena hanya pilot yang dapat mengetahui situasi menyeluruh kondisi penerbangan," ungkap juru bicara Vereinigung Cockpit, Markus Wahl, seperti dilansir reuters, (15/4).
Dalam kesempatan lain, Asosiasi Pilot Maskapai Inggris (BALPA) juga meragukan hal tersebut.
"Kita harus berhati-hati mengabil langkah pengamanan denga sistem jarak jauh ini, dikhawtirkan bisa terjadi hal yang lebih berisiko dengan sesuatu yang tidak dikendalikan oleh pilot secara langsung," ungkap juru bicara BALPA.
Sejak Kecelakaan Germanwings, pihak maskapai penerbangan eropa telah menetapkan aturan baru dengan mewajibkan dua pilot di kokpit selama penerbangan. Kini, Jerman juga memperketat lolos uji medis bagi para pilot, terutama tes kejiwaan mereka. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya