Organisasi muslim Prancis kecam serbuan tabloid penghina nabi
Merdeka.com - Ulama Muslim Perancis, Rabu (7/1) langsung mengecam penembakan brutal tiga militan yang menyerbu Kantor Tabloid Charlie Hebdo di Paris, Prancis. Serangan itu menewaskan sedikitnya 12 orang, kebanyakan wartawan media satir tersebut, termasuk polisi.
"Aksi barbar ini merupakan serangan terhadap demokrasi dan kebebasan pers," demikian tulis pernyataan resmi Dewan Muslim Perancis (CFCM) seperti dikutip dari Guardian.
CFCM merupakan payung organisasi Islam se-Prancis. Jumlah anggotanya terbanyak di Eropa, mencapai 5 juta jiwa. Imbas serangan ini merugikan umat muslim yang jumlahnya cukup banyak di Negeri Anggur.
Presiden CFCM Dalil Boubakeur akan segera menyambangi lokasi serangan. Dalam keterangan tertulis, Dalil sekaligus menyerukan umat muslim di Prancis mewaspadai rencana kalangan ekstremis. Kendati Charlie Hebdo kerap menghina Nabi Muhammad, serangan biadan pada warga sipil tidak bisa dibenarkan.
"Kami menyerukan pada umat yang menyepakati nilai-nilai republik dan demokrasi agar menghindari provokasi," ujar Boubakeur.
Sayap Ikhwanul Muslimin di Prancis turut mengecam serangan itu. Para pelaku bersenjatakan senapan kalasnikhov dan granat yang menyerang para wartawan Charlie saat rapat redaksi, adalah kelompok pengecut.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya