Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Oposisi Suriah puji keluarnya AS dari kesepakatan nuklir Iran

Oposisi Suriah puji keluarnya AS dari kesepakatan nuklir Iran Ketua Komite Negosiasi Suriah Nasr al-Hariri. Francois Lenoir/Reuters

Merdeka.com - Kelompok oposisi Suriah setuju dengan keputusan Presiden Donald Trump untuk mundur dari kesepakatan nuklir Iran yang dibuat pada 2015. Karena hal ini dianggap bisa menghapus pengaruh Iran di Suriah.

Namun ada kekhawatiran yang dirasakan Ketua Komite Negosiasi Suriah, Nasr al-Hariri, terhadap serangan Israel di negaranya.

"Dalam konteks ini, kami tidak menyetujui upaya pelaku regional untuk menggunakan Suriah sebagai teater untuk tujuan nasional mereka," ujarnya dikutip dari The Guardian, Sabtu (12/5).

Hariri mengatakan mundurnya AS dari kesepakatan nuklir itu berarti AS sekarang harus menghadapi Iran di Suriah, termasuk sekutunya.

"Tidak ada solusi untuk Iran yang tidak berurusan dengan Suriah. Tidak mungkin membedakan antara tentara Suriah dan milisi Iran. Suriah lebih penting bagi Iran daripada Libanon, Irak dan Yaman," kata dia.

"Suriah adalah inti dan jantung proyek Iran. Mereka memiliki lebih dari 100.000 pejuang di dalam Suriah, dan mengendalikan banyak lembaga pengambil keputusan. Akibatnya tidak ada tentara Suriah di Suriah. Ketika Iran dikalahkan di Suriah, mereka akan dikalahkan di Bahrain, Iran dan Yaman".

Hariri menyebut, Iran menganggap Damaskus sebagai jantung dari jalur darat antara Tehran dan selatan Lebanon.

Hariri memperingatkan kepada kelompok yang berseteru untuk memberikan kedamaian bagi warga Suriah. Mereka telah cukup menderita dari pertempuran campur tangan negara lain.

Hariri juga menuduh bahwa Iran lah yang memasok bahan kimia untuk menyerang warga sipil di Douma, pinggiran Damaskus, bulan lalu. Namun hal itu tidak diperkuat dengan bukti pendukung.

(mdk/frh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP