Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Obama lelah kampus di AS rutin jadi sasaran penembakan massal

Obama lelah kampus di AS rutin jadi sasaran penembakan massal Presiden AS Barack Obama menangis. ©Reuters

Merdeka.com - Presiden Barack Hussein Obama menyesalkan terjadinya kasus penembakan massal kesekian kalinya di kampus Amerika Serikat. Kemarin (1/10), aksi keji itu dilakukan di Umpqua Community College, Kota Rosenburg, Negara Bagian Oregon, oleh seorang pelaku tunggal. Korban tewas 10 orang, sementara tujuh lainnya cedera serius.

Pelaku diidentifikasi bernama Chris Harper Mercer (26), tewas setelah baku tembak dengan polisi. Dia secara acak menembak dosen dan mahasiswa, setelah sempat menanyakan agama para korbannya.

Dilansir Kantor Berita AFP, Jumat (2/10), Presiden Obama mengatakan penembakan massal di kawasan pendidikan terbukti akan selalu berulang saban tahun. Dia mengecam setiap anggota legislatif dan pelobi industri, yang selalu menghalangi upaya membatasi peredaran senjata api. AS adalah salah satu negara maju paling bebas memperjualbelikan senapan dan peluru.

"Kejadian seperti ini telah menjadi rutinitas. Kita bisa berbuat sesuatu buat mengatasinya, tapi untuk itu kita wajib lebih dulu mengubah hukum (kepemilikan senjata)," kata Obama.

Obama sudah 14 kali berpidato, mendesak Senat maupun DPR Amerika mengubah sikapnya terkait pembatasan senjata api. Presiden tidak punya wewenang mengamandemen UU yang menyatakan setiap warga AS berhak mempersenjatai dirinya sendiri. Pendukung utama liberalisasi senjata api adalah golongan konservatif dari Partai Republik, oposisi Obama.

penembakan di kampus umpqua as

Presiden Negeri Adi Daya itu mengatakan kasus penyalahgunaan senjata api, dalam skala kecil maupun besar, selalu terjadi setiap bulan. Jumlah korban tewas bila dihitung lagi tak kalah dari aksi terorisme. Karena itu, Obama mengatakan tragedi di Umpqua adalah tanggung jawab bersama setiap orang yang mendukung liberalisasi senjata.

"Doa saja tidak cukup. Kejadian seperti ini adalah pilihan politik yang kita buat," kata Obama.

Data dikumpulkan Huffington Post, penembakan massal di kampus Umpqua adalah yang ke-45 kalinya sepanjang sejarah Negeri Paman Sam. Awal tahun ini pula, institusi pendidikan sempat jadi sasaran penembakan walaupun tidak ada korban tewas. Tepatnya di SMA Lutheran, Milwaukee, Negara Bagian Wisconsin.

penembakan di kampus umpqua as

Insiden di Umpqua merupakan yang terburuk sejak tiga tahun terakhir. Sebelumnya, kasus penembakan di sekolah paling parah adalah ketika seorang pemuda membabi buta menembak 20 anak SD dan 6 guru di SD Sandy Hook.

Di luar itu semua, kasus penembakan massal di kampus paling parah adalah Tragedi Virginia Tech pada 16 April 2007. Pelaku bernama Cho Seung-Hui, mahasiswa di kampus itu yang stres, menghabisi nyawa 32 orang termasuk dirinya sendiri. Mahasiswa Indonesia, Partahi Mamora Lumbantoruan (34), turut menjadi korban tewas dalam tragedi tersebut. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP