Obama janji cabut sanksi Myanmar pada Aung San Suu Kyi
Merdeka.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama berjanji akan mencabut sanksi ekonomi Myanmar dalam pertemuan dengan penasihat negara sekaligus Menteri Luar Negeri Burma, Aung San Suu Kyi, di Gedung Putih kemarin. Sayangnya, rencana Obama ini dikritik para pegiat hak asasi manusia.
Kunjungan pertama Suu Kyi ke Myanmar sejak kemenangan bersejarah dalam pemilu tahun lalu ini, dianggap Obama sebagai transformasi Myanmar selama beberapa dekade mendapat sanksi ekonomi.
"Amerika Serikat saat ini sedang mempersiapkan pencabutan sanksi yang kita berikan pada Burma (sekarang Myanmar) selama beberapa waktu lalu. Pencabutan itu akan kita lakukan secepatnya," ucap Obama seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis (15/9).
"Hal ini merupakan langkah yang tepat agar masyarakat Myanmar melihat keuntungan dari cara baru berbisnis," sambungnya.
Sebelumnya dalam surat yang diberikan ke Kongres, Obama mengatakan akan kembali menerapkan pembebasan tarif bea AS bagi negara-negara miskin termasuk Myanmar. Sejak dua dekade lalu, kebijakan ini disetop bagi Myanmar karena pelanggaran HAM pemerintahan militer Burma.
Suu Kyi sendiri menyambut baik keputusan Obama tersebut. Hubungan AS dan Myanmar dianggapnya telah mengalami perbaikan setelah pemerintah junta mundur dan negara ini mulai berdemokrasi.
"Waktunya telah tiba untuk menghapus seluruh sanksi yang merugikan perekonomian kami," pungkas Suu Kyi.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya