Obama izinkan Iran punya nuklir, Netanyahu protes di kongres AS
Merdeka.com - Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters di Gedung Putih dua hari lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama mengatakan Iran harus menunda program nuklirnya sedikitnya selama sepuluh tahun supaya perjanjian tentang penggunaan nuklir itu bisa tercapai.
Selama ini ada enam negara yang terlibat dalam perundingan nuklir Iran yakni Amerika, Rusia, China, Inggris, Prancis, dan Jerman. Tenggat waktu perundingan untuk membahas kerangka negosiasi adalah akhir Maret dan penyelesaian akhir perundingan pada 30 Juni.
Perundingan tentang program nuklir Iran selama ini selalu ditentang oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Israel merasa terancam dengan adanya program nuklir Iran di Timur Tengah.
"Jika Iran bersedia menunda hingga setidaknya dua digit tahun untuk program nuklir mereka maka itu bisa memberi kita kepastian bahwa mereka tidak mengembangkan senjata nuklir," kata Obama, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Selasa (3/3).
Israel khawatir tercapainya kesepakatan soal nuklir itu akan membuat Iran bisa mengembangkan senjata nuklir. Selama ini Iran selalu menyangkal mereka mengembangkan senjata nuklir.
Netanyahu bahkan menyampaikan pidato protesnya di Kongres Amerika kemarin. Netanyahu sebelumnya mengatakan keenam negara itu sudah menyerah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Gedung Putih khawatir pidato Netanyahu yang provokatif di hadapan Kongres akan mengganggu jalannya perundingan yang sangat sensitif itu. Tenggat waktu perundingan untuk membahas kerangka negosiasi adalah akhir Maret dan penyelesaian akhir perundingan pada 30 Juni.
Dua hari lalu Netanyahu berpidato di depan Komite Amerika-Israel (AIPAC), organisasi pro Israel di Amerika. Dia memperingatkan tentang nuklir Iran yang bisa mengancam Israel.
"Iran merangkul seluruh dunia dengan teror. Kita tidak boleh biarkan itu terjadi," kata dia.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya